Dark/Light Mode

Kado Hari Santri Nasional

Universitas Sunan Gresik Siapkan 25 Beasiswa Kedokteran Gigi untuk Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 19:14 WIB
Foto: Universitas Sunan Gresik.
Foto: Universitas Sunan Gresik.

RM.id  Rakyat Merdeka - Memperluas kesempatan santri mengenyam pendidikan tinggi sekaligus menjawab kebutuhan tenaga dokter gigi di Indonesia, Universitas Sunan Gresik (USG) menyiapkan 25 beasiswa pendidikan kedokteran gigi.

Program yang diluncurkan sebagai kado Hari Santri Nasional ini menyasar santri di kawasan Pantura Jawa Timur dan daerah-daerah tertinggal.

Founder USG Jazilul Fawaid mengatakan, program beasiswa tersebut merupakan bentuk komitmen USG sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren untuk memperluas akses pendidikan, khususnya di bidang kedokteran gigi. Meski demikian, calon penerima beasiswa tetap harus melalui proses seleksi.

”Kami telah menandatangani pernyataan komitmen untuk memberikan beasiswa kepada 25 santri sebagai kado Hari Santri Nasional. Beasiswa ini akan menyasar dua wilayah, yakni kawasan Pantura Jawa Timur dan daerah-daerah tertinggal. Tentunya, para calon penerima tetap harus melalui proses seleksi,” kata Jazilul.

Pernyataan itu disampaikan di sela acara Program Akselerasi Peningkatan Akses dan Kualitas Pendidikan Kedokteran dan Kedokteran Gigi: Beasiswa Pendidikan, Program Akselerasi Pendidikan Kedokteran Gigi dan Penempatan Residen Tingkat Mandiri di Gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Gus Jazil mengapresiasi dukungan Kemdiktisaintek yang telah memberikan afirmasi terhadap pendirian Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Sunan Gresik.

Menurutnya, dukungan tersebut menjadi langkah penting bagi USG untuk mengambil peran lebih besar dalam mencetak tenaga profesional di bidang kesehatan, khususnya kedokteran gigi.

Baca juga : Memperkuat Peran Pesantren untuk Bentengi Generasi Muda dari Radikalisme

Ia menilai, akses pendidikan kedokteran gigi perlu diperluas agar kesempatan menjadi dokter gigi tidak hanya terbuka bagi masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi memadai.

Santri dari berbagai daerah, terutama wilayah tertinggal, juga harus memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi dan berkontribusi bagi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui jajaran Direktorat Jenderal terkait yang telah memberikan afirmasi bagi pendirian Fakultas Kedokteran di Universitas Sunan Gresik. Apalagi, kami merupakan perguruan tinggi yang berbasis santri,” ujarnya.

Gus Jazil menjelaskan, pendirian FKG bukan perkara mudah karena membutuhkan persiapan matang dan pemenuhan berbagai persyaratan yang ketat.

Persyaratan tersebut mencakup ketersediaan sarana dan prasarana, sumber daya manusia, fasilitas pendidikan, hingga rekomendasi dari Kementerian Kesehatan.

Karena itu, USG berkomitmen memastikan seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan terpenuhi agar FKG mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan memenuhi standar pendidikan kedokteran gigi.

“Kami tidak ingin mengecewakan kepercayaan dan amanah yang telah diberikan oleh kementerian. Karena itu, kami harus benar-benar siap, baik dari sisi kualitas, mutu pendidikan, maupun sasaran hasil yang ingin dicapai,” tegasnya.

Baca juga : Hari Santri 2026, Prabowo Dorong Pesantren Jadi Pilar Pembangunan Bangsa

Ia menambahkan, ke depan USG juga bertekad mendirikan Fakultas Kedokteran (FK).

Pendirian FKG USG menjadi bagian dari upaya pengembangan pendidikan kedokteran gigi yang pada tahun akademik 2026/2027 juga dilakukan oleh 29 perguruan tinggi negeri dan swasta lainnya.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof. Dr. Fauzan mengatakan, upaya tersebut turut merespons persoalan persebaran layanan dokter spesialis dan dokter gigi yang belum merata di Indonesia.

”Sementara itu, pendidikan kedokteran dan kedokteran gigi masih terkonsentrasi di wilayah tertentu. Karena itu, kita perlu mempercepat pendidikan tenaga medis sekaligus memastikan bahwa hasilnya sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat dan penyebarannya semakin merata, dan masyarakat semakin mudah memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu,” katanya.

Fauzan menyebutkan, proyeksi kebutuhan dokter gigi di Indonesia pada 2026 mencapai 165.241 dokter gigi dan 13.876 dokter gigi spesialis. Saat ini, baru terdapat 50 perguruan tinggi yang memiliki FKG dan tersebar di 18 provinsi.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Khairul Munadi mengapresiasi inisiatif Universitas Sunan Gresik dalam menjawab kebutuhan tenaga dokter gigi melalui pendirian FKG.

Menurut Khairul, komitmen perguruan tinggi untuk mengidentifikasi dan merespons kebutuhan masyarakat merupakan praktik baik yang patut dikembangkan serta ditularkan kepada perguruan tinggi lainnya.

Baca juga : 11 Anak Mitra Pengemudi Grab Penerima GrabScholar Lulus PTN Predikat Cum Laude

“Kami dari Kemdiktisaintek tentu mengapresiasi upaya dan inisiatif luar biasa yang dilakukan Universitas Sunan Gresik. Tidak banyak perguruan tinggi yang memiliki determinasi kuat untuk melihat dan menjawab kebutuhan yang ada. Saya kira, ini merupakan praktik baik yang bisa ditularkan kepada perguruan tinggi lainnya,” kata Khairul.

Ia menilai, Universitas Sunan Gresik menjadi salah satu perguruan tinggi yang berada di garis depan dalam upaya mempercepat pengembangan pendidikan kedokteran.

Proses tersebut masih terus berjalan dan diharapkan menjadi pembelajaran bagi institusi pendidikan lainnya.

Khairul berharap, seluruh tahapan dapat berjalan lancar sehingga FKG USG segera beroperasi dan berkontribusi menghasilkan dokter gigi berkualitas untuk memenuhi kebutuhan bangsa.

“Ke depan, pengembangan pendidikan juga diharapkan dapat berlanjut hingga jenjang pendidikan dokter spesialis dan seterusnya,” harapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.