Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Pertamina Foundation Buka Daycare Inklusif di Simprug, Dukung Pekerja
- Wamenkop: Kreativitas Jadi Pondasi, Tulang Punggung Koperasi
- Hendri Satrio: Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih
- Kilang Balikpapan Sudah 99 Persen, Stok BBM Nasional Dipastikan Aman
- Menhut: Presiden Prabowo Salurkan Banpres Rp 240 Miliar untuk Karhutla Kalbar
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah dibuka pada level di Rp 14.895 per dolar AS pagi ini. Rupiah menguat 0,12 persen dari perdagangan sebelumnya Kamis lalu Rp 14.912 per dolar AS.
Sementara, mayoritas mata uang Asia tercatat bervariasi. Yuan China naik 0,07 persen, dolar Singapura turun 0,16 persen, baht Thailand minus 0,23 persen, dan ringgit Malaysia melemah 0,13 persen. Lalu, yen Jepang minus 0,36 persen, peso Filipina naik 0,15 persen, dan won Korea Selatan turun 0,17 persen.
Baca juga : Dunia Kutuk Serangan Keji Israel Ke Al Aqsa
Hal senada juga pada mata uang negara maju. Euro Eropa naik 0,02 persen, poundsterling Inggris naik 0,01 persen, dan franc Swiss turun 0,02 persen. Lalu, dolar Australia turun 0,16 persen, dan dolar Kanada naik 0,01 persen.
Analis DCFX, Lukman Leong memperkirakan, rupiah akan tertekan akibat naiknya imbal hasil obligasi AS. Hal ini menyusul rilis data NFP yang menunjukkan sektor tenaga kerja AS yang masih ketat.
Baca juga : Rupiah Melorot Lagi, Tembus Rp 14.934
Namun rupiah bisa menguat jika cadangan devisa Indonesia meningkat. Lukman memperkirakan, rupiah bakal bergerak di rentang Rp 14.875 per dolar AS - Rp 15.000 per dolar AS.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya