Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pagi ini dibuka kembali melemah 0,16 persen ke level Rp 15.120 per dolar AS dibanding penutupan perdagangan kemarin di level Rp 15.096 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Yen Jepang minus 0,18 persen, baht Thailand turun 0,16 persen, peso Filipina naik 0,08 persen, won Korea Selatan melemah 0,33 persen, yuan China naik 0,03 persen, dolar Singapura melemah 0,02 persen.
Baca juga : Rupiah Dibuka Loyo Di Level Rp 14.934
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya melemah 0,10 persen ke level 103,23. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro minus 0,15 persen ke level Rp 16.196, terhadap poundsterling Inggris turun 0,10 persen ke level Rp 18.235, dan terhadap dolar Australia minus 0,37 persen ke level Rp 10.488.
Analis Pasar Keuangan DCFX, Lukman Leong melihat, pelemahan rupiah didorong sentimen risk off di bursa saham setelah pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang terlihat dovish, namun diperkirakan tetap menaikkan suku bunga.
Baca juga : Rupiah Keok Lagi Lawan Dolar AS Pagi Ini
"Pernyataan The Fed akan disinflasi namun tetap masih akan menaikkan suku bunga dan kekhawatiran akan tekanan harga dari sektor tenaga kerja berpotensi membuat rupiah melemah," katanya, Kamis (9/2).
Ia memproyeksi, pergerakan nilai tukar rupiah di rentang Rp 15.050 per dolar AS - Rp 15.150 per dolar AS.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya