Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kata Chatib Basri Soal Tim Prabowo-Sri Mulyani Jaga Defisit Di Bawah 3 Persen
Senin, 24 Juni 2024 18:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ekonom senior sekaligus Menteri Keuangan RI periode 2013-2014, Chatib Basri memuji Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran serta Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Muyani yang berkomitmen menjaga defisit anggaran pada rentang 2,29% hingga 2,82% alias di bawah 3% dari PDB.
Rentang defisit tersebut sudah mencakup anggaran untuk program makan bergizi gratis untuk siswa di sekolah dengan alokasi yang mencapai Rp71 triliun.
Menurut Chatib, press conference yang dilakukan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto; Menkeu Sri Mulyani; dan Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran, Thomas Djiwandono dan Sufmi Dasco. Menko Airlangga Hartarto dan Menkeu Sri Mulyani terkait defisit anggaran akan dijaga dalam range 2.29-2.82% dari PDB tepat.
Baca juga : Analis Apresiasi Sri Mulyani-Tim Prabowo Komitmen Jaga Defisit 3 Persen
"Perlu dicatat, dalam press conference itu disebut bahwa program makan bergizi sebesar Rp71 triliun pada tahun 2025 sudah masuk dalam rentang defisit ini,” tulis Chatib Basri, melalui akun X resminya, @ChatibBasri, Senin (24/6).
Dari konferensi pers tersebut, ia kemudian menyoroti sejumlah sinyal penting yang seharusnya telah dipahami pelaku pasar keuangan. Pertama yaitu kebijakan fiskal yang berhati-hati akan dilanjutkan.
Kedua, tambahan program pemerintah baru sudah tercakup dalam rentang defisit 2.29-2.82% dari PDB. “Saya kira ini penting sekali karena implikasinya pemerintah saat ini dan ke depan akan tetap menjaga disiplin fiskal di bawah 3%,” jelasnya.
Baca juga : Penjelasan Tim Ekonomi Prabowo Soal Defisit 3 Persen Bikin Rupiah-IHSG Membaik
Chatib menambahkan, dengan adanya rentang defisit tersebut maka ia memperkirakan jika rasio utang/PDB di tahun 2025 akan berada pada kisaran angka 37-38%.
Hal tersebut ia catat lebih rendah jika dibandingkan dengan rasio utang/PDB pada tahun 2023 yang mencapai 39% dan jauh lebih rendah dari spekulasi pasar bahwa rasio utang/PDB akan menjadi 50%.
“Dalam situasi ekonomi global dalam ketidak pastian, dimana tingkat bunga di Amerika Serikat diperkirakan masih bertahan tinggi setahun kedepan, penjelasan bahwa fiskal disiplin akan dijaga saya kira merupakan sesuatu hal yang amat penting,” pungkas dia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya