Dark/Light Mode

Penuhi Kebutuhan Sektor Kelistrikan, PLN EPI Kembangkan Energi Bersih

Selasa, 6 Agustus 2024 21:15 WIB
Penuhi Kebutuhan Sektor Kelistrikan, PLN EPI Kembangkan Energi Bersih

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) berkomitmen penuh mendorong transisi energi sektor ketenagalistrikan dengan mengembangkan sejumlah inisiatif energi bersih.

Direktur Utama PLN EPI Iwan Agung Firstantara mengatakan, PLN EPI berkomitmen untuk mereduksi emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

"PLN EPI mendukung Holding PLN dalam menegaskan komitmen untuk menjalankan transisi energi demi mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060. Beragam inisiatif PLN akan berdampak pada pengurangan 3.7 miliar ton CO2e," kata Iwan.

Dikatakan Iwan, selama 4 tahun terakhir PLN telah menghapus rencana pembangunan 13,3 gigawatt (GW) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang sebelumnya masuk ke dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

Baca juga : Ketua MPR Apresiasi Kesiapan Kementan Realisasikan Program Makan Bergizi Gratis

PLN mengganti PLTU Batubara sebesar 800 MW dengan pembangkit gas hingga membatalkan perjanjian pembelian tenaga listrik atau Power Purchase Agreement (PPA) PLTU batu bara sebesar 1,3 GW.

Komitmen mengakselerasi transisi energi oleh PLN tidak berhenti disitu. PLN turut menginisiasi program Accelerated Renewable Energy Development (ARED).

Dengan ARED, PLN membangun pemerataan kelistrikan nasional melalui Green Enabling Super Grid.

Menjadikan sistem kelistrikan Indonesia yang sebelumnya terpisah antar pulau menjadi terhubung satu sama lain dan potensi EBT berskala besar yang belum dimanfaatkan selama ini dapat dimaksimalkan.

Baca juga : Tekan Impor Keramik, Mendag Bakal Kenakan BMAD 50 Persen

"Pasokan listrik berbasis EBT akan meningkat dari 22 GW menjadi 61 GW," ujar Iwan.

Kemudian, untuk mengatasi tantangan intermitensi dari sumber EBT, PLN juga membangun smart grid dengan smart power plant dan flexible generation yang dilengkapi smart transmission, smart distribution, smart control center dan smart meter.

Lewat ARED ini membuat penambahan kapasitas listrik 75 persen bersumber dari EBT, sementara 25 persen berasal dari gas alam.

"PLN akan bergantung dengan LNG untuk mengkompensasi penurunan produksi atau pasokan dari gas pipa untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional," ujar Iwan.

Baca juga : Pengembangan Energi Butuh Jaminan Usaha

Ia juga menjelaskan, pemanfaatan gas melalui LNG akan meningkat seiring waktu dari porsi saat ini dikisaran 55 persen menjadi 69 persen pada 2040.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.