Dark/Light Mode

TelkomGroup Bukukan Pendapatan Positif Rp 75,3 Triliun Di 2024

Selasa, 27 Agustus 2024 18:33 WIB
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Heri Supriadi (Kedua  kiri), Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Telkomsel, Daru Mulyawan (Kedua kanan), VP Investor Relations Telkom Octavius Oky Prakarsa (kiri), dan VP Corporate Communication Telkom Andri Herawan Sasoko (kanan) dalam acara Public Expose Live 2024 di Jakarta, Senin (26/8).
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Heri Supriadi (Kedua kiri), Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Telkomsel, Daru Mulyawan (Kedua kanan), VP Investor Relations Telkom Octavius Oky Prakarsa (kiri), dan VP Corporate Communication Telkom Andri Herawan Sasoko (kanan) dalam acara Public Expose Live 2024 di Jakarta, Senin (26/8).

RM.id  Rakyat Merdeka - Sepanjang enam bulan pertama 2024, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk fokus pada percepatan implementasi strategi Five Bold Moves (5BM). Melalui strategi bisnis FMC,  Telkom menunjukkan kinerja finansial yang positif.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom, Heri Supriadi memaparkan kinerja perseroan tahun 2024. Hingga Semester pertama, Telkom membukukan pertumbuhan positif sebesar 2,5% YoY menjadi Rp 75,3 triliun rupiah. 

Kinerja perseroan tersebut, didukung oleh kontribusi bisnis Data, Internet & IT Services dengan pendapatan Rp 45,5 triliun atau tumbuh 9,2%.

Sedangkan EBITDA sedikit mengalami penurunan akibat adanya inisiasi program Pensiun Dini yang diikuti oleh kurang lebih 1.008 karyawan Telkom pada semester pertama tahun 2024. 

Diharapkan dengan adanya program ini, Telkom akan menjadi perusahaan yang lebih ramping dan meningkatkan talenta digital, sehingga akan berdampak positif pada efisiensi dan produktivitas perseroan.

Dengan mengeluarkan perhitungan program Pensiun Dini, normalisasi EBITDA tumbuh 1,9% YoY sebesar Rp 39,1 triliun dengan EBITDA margin 51,9%. 

Sementara itu, Perseroan mencatat laba bersih operasi sebesar Rp 13,0 triliun atau tumbuh 4,2% YoY dengan margin 17,3%. Dari sisi beban perseroan, terdapat penurunan biaya pemasaran sebesar 5,1% YoY menjadi Rp1,6 triliun. 

Baca juga : PGN Bukukan Laba Bersih Rp 2,8 Triliun Pada Semester I-2024

Sedangkan kenaikan pada Beban Operasi, Pemeliharaan, & Jasa Telekomunikasi dapat dikendalikan dan tumbuh di bawah pertumbuhan pendapatan. 

Kenaikan beban juga didorong oleh naiknya beban Interkoneksi, yang sejalan dengan tumbuhnya pendapatan interkoneksi voice hubbing.

Pada Segmen Enterprise, perseroan mencatat kinerja sebesar Rp 10,2 triliun atau tumbuh 9,4% YoY yang utamanya didorong oleh pertumbuhan bisnis layanan B2B Digital IT Services. 

Telkom terus memperkuat kapabilitas di Bisnis Cloud, Digital IT Services, Cyber Security, termasuk menjalin kerja sama strategis dengan pemain teknologi global. 

Selanjutnya, Segmen Wholesale dan International mencatat pendapatan Rp 9,2 triliun atau tumbuh 13,1% YoY dengan kontribusi dari bisnis international wholesale voice dan infrastruktur Digital.

Pada bisnis Tower, Mitratel tetap mempertahankan posisinya sebagai The Largest Tower Provider in ASEAN, dalam konteks jumlah kepemilikan Tower. Mitratel memiliki lebih dari 38 ribu tower dengan lebih dari 58,6 ribu tenant.

Senada dikatakan Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Telkomsel Daru Mulyawan, kinerja Telkomsel pada  semester pertama tahun 2024, Telkomsel membukukan pertumbuhan pendapatan secara solid sebesar 29,9% YoY menjadi 57,2 triliun didukung oleh pertumbuhan pendapatan Bisnis Digital sebesar 37,4% YoY dan pendapatan IndiHome B2C sebesar 2,8% YoY. 

Baca juga : Presiden Resmikan SPAM Senilai Rp 1, 38 Triliin Di Kota Lampung

Hal tersebut menunjukkan kemampuan dan kapabilitas Telkomsel dalam menangkap berbagai potensi yang didukung oleh pendapatan Bisnis Digital menuju adopsi bisnis konvergensi. 

Selain inisiasi strategis melalui program FMC, Telkomsel juga turut meluncurkan Telkomsel Lite dan By.U agar tetap relevan dengan kondisi ekonomi dan kompetisi, serta meningkatkan layanan untuk memperkuat posisi menuju layanan konvergensi. 

Strategi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap yield tanpa menciptakan perang harga di pasar.

Saat ini, segmen B2C IndiHome telah terintegrasi ke dalam Telkomsel, dan telah mencapai realisasi dari optimasi konten, kegiatan cross-selling, integrasi layanan, penghematan dari biaya akuisisi CPE, serta percepatan penutupan Redudansi Customer Touch Point yang mencapai sekitar 300 outlet. 

Melalui hal tersebut, Telkomsel berhasil menghasilkan profit  dengan margin EBITDA sebesar 47%. Proses integrasi masih berlangsung, dan peningkatan profitabilitas akan semakin terlihat seiring dengan kemajuan proses tersebut.

Lebih lanjut, Telkomsel juga berhasil mempercepat penetrasi konvergensi mencapai 47% dan memiliki  pengguna aset digital sekitar 80 juta. Secara produktivitas terjadi peningkatan didorong oleh peningkatan payload data sebesar 9,3% YoY. 

Pada semester pertama 2024, IndiHome juga berhasil mempercepat laju penambahan pelanggan baru sebesar 449,000.

Baca juga : Pendapatan Asli Daerah Jabar Ditarget Rp 36,27 Triliun

Telkomsel berkomitmen untuk terus memaksimalkan layanan Bisnis Digital dan Konvergensi sebagai strategi Fundamental dalam mendorong kinerja yang berkelanjutan dengan melayani pelanggan seluler dan mempercepat penetrasi Fixed Broadband dengan cara memperluas jangkauan  ke Segmen Youth dan Mass Market melalui Telkomsel Lite, ByU, dan Eznet. 

Melalui berbagai strategi, perusahaan terus berupaya memberikan kualitas terbaik melalui program CVM serta penawaran bundling dengan value-added kepada pelanggan. 

Strategi ini diharapkan dapat membantu Telkomsel untuk meningkatkan pengguna konvergensi, mengunci households dan mendorong pertumbuhan ARPH (average revenue per household) menuju Telkomsel sebagai Operator Konvergensi terdepan.

“Dengan kinerja yang senantiasa terjaga pada semester pertama ini, kami optimis Telkom dapat mencatatkan kinerja tahun 2024 yang positif dan profitable, termasuk progress dan realisasi perusahaan dapat memberikan value yang optimal bagi stakeholders dan investor kedepannya,” tutup Heri.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.