Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
OJK: Sektor Jasa Keuangan Terjaga Stabil, Permodalan Kuat, Likuiditas Memadai
Jumat, 6 September 2024 15:31 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menegaskan, sektor jasa keuangan Indonesia terjaga stabil. Didukung oleh tingkat permodalan yang kuat dan likuiditas memadai di tengah ketidakpastian global, akibat meningkatnya tensi geopolitik serta melambatnya perekonomian global.
Menurutnya, secara umum, kinerja perekonomian global masih melemah dengan inflasi termoderasi. Diiringi dengan cooling down pasar tenaga kerja di AS, di tengah ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga kebijakan dari bank sentral Amerika, FFR pada tahun 2024.
Di Eropa, indikator perekonomian belum solid di tengah inflasi yang persisten dan ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga bank sentral pada September 2024.
Baca juga : Penambang Liar Kerap Main Kucing-kucingan
Begitu juga di China, pertumbuhan ekonomi melambat dengan decoupling demand supply yang terus berlanjut.
"Tensi geopolitik global terpantau meningkat, sejalan dengan tingginya dinamika politik di Amerika Serikat menjelang pemilihan presiden pada November 2024. Serta potensi instabilitas di Timur Tengah dan Rusia, akibat berlanjutnya perang di kedua kawasan itu,” jelas Mahendra dalam konferensi pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan Agustus 2024, Jumat (6/9/2024).
Mahendra menambahkan, pelemahan demand secara global juga turut menyebabkan harga komoditas melemah. Di tengah perkembangan yang didorong, terutama oleh ekspektasi penurunan suku bunga oleh The Fed dalam waktu dekat. Pasar keuangan emerging market mayoritas menguat, terutama di pasar obligasi dan nilai tukar.
Baca juga : Cegah Makin Banyak Kelas Menengah Turun Kasta, Stabilitas Pangan Kudu Dijaga
Di pasar domestik, kinerja perekonomian masih cukup positif dan cenderung stabil, dengan tingkat inflasi inti yang masih terjaga dan neraca perdagangan yang tercatat surplus.
Namun, perlu dicermati pemulihan daya beli yang saat ini berlangsung relatif lambat.
"Di tengah tingginya ketidakpastian akibat eskalasi tensi geopolitik global, OJK tetap mewaspadai faktor risiko tersebut dan potensi dampak rambatannya terhadap sektor jasa keuangan, agar dapat mengambil langkah antisipatif," tutur Mahendra.
Baca juga : Kinerja Keuangan Moncer, BSI Cetak Pertumbuhan Laba 20,28 Persen
OJK juga meminta industri jasa keuangan untuk memonitor downside risk secara berkala. Serta melakukan langkah mitigasi yang diperlukan, seperti menyediakan buffer yang memadai dan pelaksanaan uji ketahanan secara periodik.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya