Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Perluas Areal Padi, Kementan Gerakkan Tanam MT lll di Kabupaten Kebumen
Sabtu, 14 September 2024 14:32 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggencarkan program perluasan areal tanam (PAT) tanaman padi guna menggenjot produksi nasional disaat kekeringan melanda seluruh daerah.
Salah satu yang dilakukan adalah gerakan tanam padi MT III yang digelar di Desa Jladri, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
Penanggungjawab (PJ PAT) Kabupaten Kebumen Leli Nuryati mengatakan, potensi sawah tadah hujan di desa tersebut sangat besar terutama dalam meningkatkan indeks pertanaman dengan meminimalisir terjadinya puso.
Adapun, luasan sawah tadah hujan (STH) di Kabupaten Kebumen mencapai 149 hektare yang seluruhnya merupakan STH non irigasi alias tidak ada sawah irigasi.
Untuk itu, kata Leli, sumber air yang bisa digunakan saat ini adalah sumur bor mengingat air sungai tidak bisa digunakan petani lantaran memiliki kandungan asin akibat intrusi air laut yang hanya berjarak 1 kilometer.
Baca juga : Kementan Gelar Gerakan Tanam Padi Gogo di Kabupaten Purworejo
"Jadi, kondisi disini meskipun tersedia sumber air dari Sungai Telomoyo dan debit airnya besar, namun tidak bisa digunakan karena airnya asin. Tapi untuk pompa tetap berjalan karena digunakan dalam mendorong air ke pesawahan," kata Leli dikutip Sabtu (14/9/2024).
Leli menjelaskan, saat ini para petani memasuki MT III yang berarti program pompanisasi di Kabupaten Kebumen berjalan dengan baik.
Benih yang digunakan petani adalah varietas padi Inpari 32, bantuan langsung dari Kementan.
Realisasi tanam STH untuk Kabupaten Kebumen saat ini mencapai 1.835,9 hektar dari target 1.369.7 hektar atau 134,04 persen.
"Namun demikian petani mengharapkan adanya penggunaan listrik sebagai pengganti bahan bakar bensin yang memiliki biaya tinggi," ujarnya.
Baca juga : Perkuat Ketahanan Pangan, Pengamat Sarankan Kepala Bapanas Diganti
Sekedar informasi, kegiatan gerakan tanam ini turut dihadiri secara langsung Tenaga Ahli Menteri Pertanian Astu Unadi dan Imam Wahyudi serta Tenaga Ahli Wamentan Dian Supardiyanto, jajaran Kodim 0709 dan jajaran Forkompimda.
Terkait hal ini, Astu menuturkan, pompanisasi merupakan ide cerdas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang digagas khusus untuk meningkatkan Indeks Pertanaman disaat el nino melanda seluruh dunia.
"Dengan pemanfaatan pompa, tidak saja meningkatkan pertambahan areal tanam namun juga mampu meningkatkan indeks pertanaman dari yang semula IP 100 ke IP 200 atau bahkan IP 300," ujar Astu.
Astu terimakasih kepada Bu Leli selaku PJ PAT yang terus berada di lapangan memantau jalannya PAT untuk meningkatkan produksi kita jauh lebih besar.
Tenaga Ahli Wamentan Dian Supardiyanto mengapresiasi kerja keras para petani yang gigih berada di lapangan dalam meningkatkan produksi nasional.
Baca juga : Komedian Qomar Kandas Maju Bacawabup Pandeglang
Dian ingin petani memaksimalkan semua bantuan pemerintah baik pompa, benih sampai penyediaan pupuk subsidi.
"Ini merupakan bentuk keseriusan petani sebagai pejuang pangan dalam mendukung program pemerintah untuk pencapaian produksi padi," katanya.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, bahwa pompanisasi merupakan solusi cepat dalam PAT disaat kekeringan panjang akibat gelombang panas dunia.
Lewat program tersebut, Amran yakin Indonesia mampu meningkatkan produksi padi secara maksimal.
"Pompanisasi sudah kita distribusikan secara merata, kini saatnya kita bekerja meningkatkan indeks pertanaman. Dengan begitu, kita bisa pastikan mampu mencapai swasembada hingga lumbung pangan dunia," jelasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya