Dark/Light Mode

Pertamina Salurkan SAF Ke Virgin Australia Airlines

Rabu, 18 September 2024 19:25 WIB
Kerja sama Pertamina dengan Virgin Australia Airlines. (Foto: Ist)
Kerja sama Pertamina dengan Virgin Australia Airlines. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina Patra Niaga semakin memperluas distribusi Sustainable Aviation Fuel (SAF) ke jaringan global.

Virgin Australia Airlines menjadi maskapai internasional pertama yang menerima layanan SAF dari Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai. Momen bersejarah ini ditandai dengan seremoni First International Uplift dalam perhelatan Bali International Airshow di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga, Maya Kusmaya, mengatakan, distribusi pertama SAF di Bandara Ngurah Rai menandakan kemampuan Indonesia untuk beradaptasi dengan tuntutan bauran energi di industri penerbangan internasional. "SAF kini menjadi solusi jangka menengah bagi penerbangan untuk mengurangi jejak karbon, tanpa perlu perubahan pada pesawat, infrastruktur bandara, atau rantai pasokan bahan bakar jet," ujar Maya.

Maya menjelaskan, SAF yang disalurkan telah memenuhi berbagai standar internasional, termasuk sertifikasi dari International Sustainability and Carbon Certification (ISCC) untuk Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) dan Renewable Energy Directive-European Union (RED-EU). Selain itu, SAF Pertamina juga mengikuti standar yang ditetapkan oleh American Society of Testing and Materials (ASTM) dan terjamin aman sebagai Corsia Eligible Fuel (CEF), yang dapat diklaim kepada International Civil Aviation Organization (ICAO).

Baca juga : Jabar Terima Insentif Dana Fiskal Turunkan Kemiskinan Ekstrem

SAF ini mampu mengurangi emisi karbon dari bahan bakar fosil, karena merupakan campuran 38,43 persen synthetic kerosene yang diproduksi dari minyak jelantah (Used Cooking Oil atau UCO) dan 61,57 persen avtur berbahan fosil.

General Manager Sustainability Virgin Australia, Fiona Walmsley mengungkapkan, kolaborasi ini merupakan langkah awal kerja sama antara Indonesia dan Australia dalam mencapai target Net Zero Emission di kedua negara. Dengan kerja sama ini, kedua negara berkomitmen untuk mengurangi jejak karbon dan mengimplementasikan solusi ramah lingkungan yang inovatif. 

“Ini adalah bukti nyata komitmen kita untuk masa depan aviasi yang lebih berkelanjutan," ungkap Fiona.

Sebanyak 160 kiloliter SAF disalurkan ke pesawat Boeing 737 milik Virgin Australia selama Bali International Airshow, untuk dua hari penerbangan pada 18 hingga 19 September 2024. Virgin Australia melayani beberapa rute penerbangan internasional dari Denpasar ke Brisbane, Melbourne, Sydney, dan Gold Coast.

Baca juga : Pertamina Gaet Airbus Kembangkan Sustainable Aviation Fuel Di Indonesia

SAF yang disalurkan melalui AFT Ngurah Rai dikelola dengan metode chain of custody tipe mass balance. Metode ini memungkinkan pencampuran avtur konvensional berbahan bakar fosil dengan SAF dalam satu tangki, karena keduanya memiliki spesifikasi teknis yang serupa. Namun, pencatatan dan pembukuan dilakukan secara terpisah.

Penyaluran SAF ke pasar global menjadi bukti nyata komitmen PT Pertamina Patra Niaga dalam mendorong transisi energi di sektor aviasi dan mendukung target Net Zero Emission Indonesia pada 2060. SAF Pertamina diproduksi dari limbah dan diolah di kilang bersama bahan bakar fosil untuk menghasilkan bahan bakar sintetis rendah karbon, yang dapat mengurangi emisi karbon hingga 84 persen dibandingkan bahan bakar jet konvensional.

VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso menegaskan, penjualan SAF kepada Virgin Australia Airlines ini menjadi tonggak penting bagi Pertamina. Penyaluran SAF pertama di Bandara Ngurah Rai ini menunjukkan bahwa produk Pertamina telah diterima dan diakui oleh maskapai global.

“Ke depan, Pertamina akan terus mengembangkan SAF sebagai bagian dari komitmen kami untuk mengurangi jejak karbon dari bahan bakar aviasi yang lebih ramah lingkungan," ujar Fadjar.

Baca juga : Berkolaborasi, LG Sinar Mas Siap Majukan Lanskap Digital Indonesia

Dengan momentum ini, Pertamina Grup siap menjadi pemain utama dalam pasar SAF untuk penerbangan komersial internasional, mendukung visi penerbangan berkelanjutan di masa depan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.