Dark/Light Mode

Kembangkan Potensi EBT di Tanah Air, PLN IP Gandeng Perusahaan Global

Rabu, 18 September 2024 22:58 WIB
Vice president Pengembangan Kerjasama dan Komersialisasi Bisnis PT PLN (Persero) Ricky Cahya Andrian (kanan) bersama Chief Representative Indonesia Business Development Headquarters IHI Corporation Souichi Nakajima (kiri), saat menunjukkan dokumen kerjasama pengembangan cofiring amonia antara PLN Indonesia Power (PLN IP) dengan Ishikawajima-Harima Heavy Industries (IHI) Corporation pada event Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2024.
Vice president Pengembangan Kerjasama dan Komersialisasi Bisnis PT PLN (Persero) Ricky Cahya Andrian (kanan) bersama Chief Representative Indonesia Business Development Headquarters IHI Corporation Souichi Nakajima (kiri), saat menunjukkan dokumen kerjasama pengembangan cofiring amonia antara PLN Indonesia Power (PLN IP) dengan Ishikawajima-Harima Heavy Industries (IHI) Corporation pada event Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2024.

 Sebelumnya 
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi menjelaskan, green hydrogen sebagai bahan baku utama produksi amonia hijau yang dimanfaatkan Pupuk Indonesia dalam produksi pupuk urea dan NPK, sehingga mendukung keberlanjutan pasokan bahan baku bagi industri pupuk nasional.

Dengan memanfaatkan green hydrogen dapat mendukung ketahanan pangan nasional dan industri pupuk dapat berkontribusi dalam pencapaian target Net Zero Emission pada 2060.

Baca juga : Kementan Pastikan PAT di 5 Kabupaten Berjalan Lancar

Pihaknya tidak hanya memastikan kelancaran produksi, tetapi juga mengamankan ketersediaan bahan baku.

Langkah yang diambil perusahaan saat ini dapat mengurangi penggunaan bahan baku yang tidak terbarukan. Mengingat sumber daya yang tidak terbarukan seperti gas alam pada akhirnya akan habis.

Baca juga : Genjot Ekonomi Warga, PLN Indonesia Power Terapkan Beragam Inovasi

"Ini adalah langkah strategis kami untuk mengganti gas alam dengan air, memastikan Pupuk Indonesia dapat terus memasok pupuk yang dibutuhkan petani dan tetap menjadi pemain kunci dalam mendukung ketahanan pangan nasional," papar Rahmad.

Menurut Vice President South & South East Asia of ACWA Power Salman Baray, jalinan kerja sama antara PLN Indonesia Power dan ACWA Power dapat menjadi pelopor pengembangan Green Hydrogen untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku industri rendah emisi.

Baca juga : Dugaan Korupsi Tanah Rorotan, KPK Tahan Bos Totalindo Eka Persada

"Kami sangat optimistis kerja sama ini bisa mendukung penurunan emisi guna menekan laju perubahan iklim," tutur Salman.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.