Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pasca Pemulihan, Transaksi Kripto Indodax Capai Rp 547 M
Kamis, 19 September 2024 19:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Setelah menyelesaikan proses maintenance dari 14-17 September 2024, volume perdagangan Indodax mencatat angka positif, mencapai Rp 547 miliar. Indodax juga tetap menjadi platform transaksi kripto terbesar di Indonesia, menurut data dari CoinGecko.
Pasca insiden keamanan yang terjadi pada 11 September 2024, diduga akibat serangan hacker dari Korea Utara, Indodax berhasil pulih hanya dalam 80 jam. Pemulihan cepat ini menjadikan Indodax sebagai salah satu bursa kripto dengan waktu pemulihan tercepat di industri kripto.
CEO Indodax, Oscar Darmawan menyatakan, insiden seperti ini bisa terjadi di bursa manapun, namun Indodax telah memperkuat keamanan platformnya.
Baca juga : Meroket 353,94 Persen, Transaksi Kripto Di RI Tembus Rp 344,09 Triliun
"Kami telah menerapkan berbagai langkah mitigasi yang komprehensif untuk memastikan platform kami kembali normal dan lebih aman dari sebelumnya. Insiden ini justru memperkuat keamanan kami," ujar Oscar.
Setelah proses pemulihan, tidak ada tanda kepanikan dari para pengguna. Volume perdagangan tetap konsisten, bahkan meningkat, menunjukkan bahwa tidak ada penarikan dana besar-besaran. Stabilitas ini mencerminkan kepercayaan para pengguna terhadap ketahanan platform Indodax.
Sebagai bagian dari upaya pemulihan, Indodax juga meningkatkan dukungan kepada pengguna dengan memastikan layanan pelanggan yang responsif dan memperkuat keamanan platform. "Kami berterima kasih kepada seluruh member yang tetap setia dan percaya kepada kami meskipun sempat mengalami tantangan. Dukungan kalian menjadi motivasi utama bagi kami," kata Oscar.
Baca juga : Apresiasi Mitra Pengemudi & Merchant, Grab Berikan Dana Abadi Rp 16 Miliar
Indodax juga berkoordinasi dengan pihak berwenang seperti Bappebti, OJK, BSSN, dan Cyber Mabes Bareskrim untuk memastikan regulasi dipatuhi. Selain itu, mereka mengingatkan pengguna untuk meningkatkan keamanan akun, termasuk dengan verifikasi dua langkah (2FA) dan menjaga kerahasiaan informasi pribadi.
Sebagai bukti komitmen terhadap transparansi, Indodax mempublikasikan Proof of Reserve, yang menunjukkan cadangan aset melebihi 100 persen dari total saldo pengguna. Saat ini, cadangan tersebut mencakup 4.806,34 Bitcoin senilai Rp 4,288 triliun, 36.915,47 Ethereum senilai Rp 1,334 triliun, serta aset kripto lainnya senilai Rp 5,907 triliun, dengan total mencapai Rp 11,529 triliun.
"Kami berkomitmen menjaga keamanan aset pengguna serta terus berupaya meningkatkan keterbukaan informasi," tegas Oscar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya