Dark/Light Mode

Dirjen Minerba Ingatkan Perusahaan Tambang Waspadai Kampanye Dirty Nickel

Selasa, 24 September 2024 16:40 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno mengingatkan perusahaan tambang untuk waspada terhadap serangan kampanye dirty nickel atau “nikel kotor” yang dilancarkan negara Barat.

Dia mengingatkan perusahaan-perusahaan tambang untuk beroperasi sesuai dengan aturan yang berlaku, termasuk terkait pascatambang.

Tri Winarno mengatakan, dirty nickel dikampanyekan oleh Australia lantaran perusahaan tambang di negara tersebut diduga kalah bersaing dengan Indonesia. Sebab, harga nikel Indonesia jauh lebih murah.

"Australia memang sudah komplain terhadap nikel kita karena gara-gara nikel Indonesia harga nikel langsung drop, nah padahal case cost (biaya litigasi) kita relatif kecil dibanding negara lain," kata Tri Winarno.

Baca juga : Jokowi Cerita Susahnya Ajak Perusahaan Tambang Bangun Smelter

Hal itu disampaikannya usai menghadiri seminar nasional pertambangan yang digelar Ikatan Alumni Tambang (Ikata) UPN Veteran Yogyakarta, di Jakarta, Selasa (24/9/2024).

Dia pun mengingatkan, kampanye yang dilancarkan Australia itu perlu diantisipasi oleh perusahaan-perusahaan tambang dengan pengelolaan lingkungan yang baik.

Perusahaan-perusahaan itu harus menerapkan good mining practice dan sebagainya. Hal itu yang akan membuat nikel Indonesia masih bisa bersaing dengan negara-negara lain.

"Kita upayakan supaya dirty nickel itu tidak menjadi dirty nickel. Nah kita bareng-bareng lah kita hadapi itu. Tetapi kita juga komitmen untuk melakukan penambangan yang memperhatikan aspek-aspek lingkungan," tegasnya.

Baca juga : Peluang dan Tantangan Masa Depan Artisan Tea

Ditjen Minerba, tegas Tri Winarno, tidak meminta perusahaan tambang untuk melakukan melebihi kewajibannya. Yang terpenting, perusahaan tambang harus tunduk dan menjalankan aturan yang berlaku.

Tri Winarno berharap seminar nasional ini dapat memberikan kontribusi dan masukan kepada pemerintahan presiden dan wakil presiden (wapres) terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Terutama, tentang pengelolaan mineral dan batu bara yang baik.

"Supaya ada masukan pengelolaan minerba yang bagus seperti apa," harapnya.

Sementara Ketua Ikatan Catur Gunadi mengatakan, rekomendasi dari seminar ini akan disampaikan kepada pemerintahan Prabowo-Gibran agar mendapatkan pandangan tentang dunia pertambangan.

Baca juga : Le Minerale Dan Persija Majukan Talenta Muda Sepak Bola

“Isinya tidak hanya ide dan gagasan dari Ikata saja, tetapi banyak teman-teman dari ITB dan sebagainya," ujar Catur.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.