Dark/Light Mode

Sambut Pemerintahan Baru

BTN Punya Jurus Jitu Wujudkan 3 Juta Rumah

Senin, 14 Oktober 2024 07:05 WIB
Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu. Foto: dok. BTN
Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu. Foto: dok. BTN

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN telah menyiapkan strategi jitu untuk menyokong Program 3 Juta Rumah yang diusung Pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto. Program ini diyakini mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional secara signifikan.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, perseroan terus berdiskusi secara intens dengan Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Pemerin­tahan Prabowo Subianto untuk membahas strategi yang menyasar dari hulu ke hilir ekosistem perumahan nasional, baik dari sisi pasokan (supply) maupun permintaan (demand).

Nixon mengapresiasi rencana Pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Prabowo Subian­to, menyediakan rumah ter­jangkau dan layak huni melalui Program 3 Juta Rumah.

Sebagai mitra yang akan dili­batkan dalam program tersebut, lanjutnya, BTN memberikan kontribusi dalam penggodokan strategi.

“Ini agar Pemerintah dapat mencapai targetnya dan meng­gerakkan pertumbuhan eko­nomi nasional lebih tinggi lagi,” ujar Nixon di Jakarta, Minggu (13/10/2024).

Baca juga : Kemenperin Bantu Usaha Lokal Unjuk Gigi Di Dunia

Nixon menjelaskan, problem di sektor perumahan bukan hanya terletak di pendanaan, tapi juga memastikan agar sisi sup­ply dan demand dapat terpenuhi dan saling melengkapi.

Dari segi supply, yakni produksi dan ketersediaan rumah serta lahan. Sedangkan permintaan, terkait kebutuhan dan kemampuan konsumen atau end-user.

Dari sektor supply, Nixon me­maparkan, BTN mendukung dengan cara memberikan pendanaan kepada developer berupa kredit konstruksi, baik untuk landed house (rumah tapak) maupun high rise (rumah vertikal).

Sedangkan dari segi demand, BTN menyalurkan kredit kepada konsumen, baik untuk membeli rumah, membangun rumah di lahan yang sudah ada, maupun merenovasi rumah.

“Jika masyarakat di desa, misalnya, sudah punya rumah tapi tidak layak huni, BTN memiliki pembiayaan untuk renovasi,” ujar Nixon.

Baca juga : Pedagang Girang, Semoga Pengunjung Betah Belanja

Dalam konteks sektor peruma­han lebih luas, menurut Nixon, BTN turut memberikan masukan kepada Satuan Tugas (Satgas) Perumahan dengan skema yang sama agar Pemerintah dapat mewujudkan programnya.

Untuk sisi supply, BTN menyarankan agar sejumlah ma­salah di lapangan yang terkait dengan tata ruang serta sertifikasi tanah dan rumah sebaiknya di­bereskan terlebih dahulu. Karena ini biasanya terkait dengan bera­gam institusi dan tumpang-tindih peraturan.

Sedangkan dari segi demand, masyarakat perlu diberikan edukasi terus-menerus, bahwa memiliki rumah tidak selalu berupa rumah tapak (landed house), melainkan juga bisa hu­nian vertikal (vertical housing).

Selain itu, dari sisi demand, BTN juga telah mengusulkan skema pembiayaan subsidi yang baru kepada Satgas Perumahan agar subsidi yang disalurkan dapat lebih tepat sasaran, efisien dan ti­dak membebani keuangan negara.

Penyesuaian skema subsidi tersebut dikelompokkan ber­dasarkan desil (pemeringkatan kesejahteraan) pendapatan Ma­syarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan Masyarakat Ber­penghasilan Tanggung (MBT).

Baca juga : Belgia Vs Prancis, Tim Ayam Jantan Tak Remehkan Lawan

Berdasarkan rencana Pemerintahan Prabowo, Program 3 Juta Rumah terdiri dari pem­bangunan 2 juta unit rumah di pedesaan dan satu juta unit apartemen di kota-kota besar.

Pemerintahan Prabowo memprioritaskan pembangunan rumah di pedesaan, karena proyek perumahan akan menggerakkan perekonomian di desa dan me­nyerap tenaga kerja lokal.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.