Dark/Light Mode

Jaga Inflasi Dan Rupiah, BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 16 Oktober 2024 15:43 WIB
RDP Bank Indonesia. (Foto: Ist)
RDP Bank Indonesia. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 6,00 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75 persen.

Hal ini diputudan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang berlangsung pada 15-16 Oktober 2024.

Gubernur BI, Perry Warjiyo menyatakan, keputusan tersebut sejalan dengan kebijakan moneter yang berfokus pada pengendalian inflasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Inflasi ditargetkan berada dalam kisaran 2,5 persen ±1 pada tahun 2024 dan 2025.

Baca juga : Korsel Kerahkan Pasukan Khusus

“Kebijakan moneter jangka pendek fokus pada stabilitas nilai tukar Rupiah, mengingat tingginya ketidakpastian di pasar keuangan global,” ujar Perry dalam pengumuman hasil RDG secara virtual, Rabu (16/10/2024).

Perry menambahkan, BI akan terus memantau peluang untuk menurunkan suku bunga sambil tetap memperhatikan inflasi, nilai tukar, dan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran juga diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Kebijakan makroprudensial longgar tetap diterapkan untuk mendorong kredit dan pembiayaan perbankan, khususnya kepada sektor-sektor prioritas seperti UMKM dan ekonomi hijau, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian,” jelasnya.

Baca juga : Alasan Imigrasi Bebaskan Visa Bagi PR Singapura Berkunjung Ke 3 Wilayah Ini

Perry juga menekankan pentingnya kebijakan sistem pembayaran dalam mendukung sektor perdagangan dan UMKM, memperkuat infrastruktur, serta memperluas digitalisasi dalam sistem pembayaran.

Meski ketidakpastian global meningkat, Perry menilai, perekonomian Indonesia tetap tumbuh dengan baik. Pada triwulan III 2024, pertumbuhan ekonomi didorong oleh kuatnya permintaan domestik, khususnya dari sektor investasi bangunan terkait Proyek Strategis Nasional (PSN).

Namun, nilai tukar Rupiah terpantau melemah sebesar 2,82 persen hingga 15 Oktober 2024, terutama akibat ketidakpastian global terkait meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Baca juga : Pamitan Dan Minta Maaf, Jokowi Mengaku Banyak Kesalahan Dan Kekurangan

Sementara itu, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2024 tercatat rendah di angka 1,84 persen secara tahunan (yoy), dengan semua komponen menunjukkan stabilitas yang baik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.