Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pertamina Gunakan Interwell Injeksi CO2
Ini Cara Genjot Produksi Minyak Dan Tekan Emisi
Kamis, 31 Oktober 2024 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Rakyat Merdeka berkesempatan mengunjungi uji coba interwell injeksi CO2 di Lapangan Sukowati, Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (14/10/2024).
Di sana, vibes atau aura sektor minyak dan gas (migas) sangat terasa. Pekerja Pertamina mondar-mandir, sibuk beraktivitas di bawah sengatan terik matahari.
Area kerja sektor energi terhampar luas dengan bangunan, mesin canggih, bangunan besi dan kendaraan alat berat berjejer.
Di lokasi ini, injeksi CO2 diujicobakan. Upaya Pertamina sejalan dengan harapan bangsa, yakni memaksimalkan produksi migas, tetapi tetap ramah bagi lingkungan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melalui Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, Kementerian ESDM Noor Arifin Muhammad menyampaikan apresiasinya atas inovasi tersebut.
Baca juga : DKI Siap Perkuat Sinergi Dengan Daerah Tetangga
“Pesan dari Pak Bahlil, kita harus menjaga lifting dan meningkatkannya. Tapi kita harus memperhatikan keseimbangan (lingkungan) ini dilakukan Pertamina,” ujarnya.
Noor Arifin mengatakan, proses injeksi interwell ini merupakan langkah lanjut dari studi terkait Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS). Hal ini terbukti mampu mengurangi emisi sekaligus meningkatkan produksi.
“Kami sudah bertahun-tahun mengikuti dan selalu support. Apalagi kalau dari segi safety keteknikan dan lingkungan, sampai saat ini kami support Pertamina,” ungkap Noor Arifin.
Di lokasi tersebut, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, uji coba ini berlangsung selama satu bulan ke depan. Namun tidak menutup kemungkinan bisa dipercepat.
“Semoga bisa kelar sebelum satu bulan,” harap Nicke kepada Rakyat Merdeka.
Baca juga : AS Roma Vs Torino, Awas, Gigitan Sang Serigala
Dia menjelaskan, injeksi CO2 dilakukan melalui teknologi CO2-Enhanced Oil Recovery (EOR) sebagai bagian dari CCUS.
Implementasi teknologi CCUS diharapkan dapat mendukung pencapaian target secara efektif dengan menyimpan CO2 dan mengurangi polusi.
Pada saat yang sama, injeksi CO2 dalam metode EOR akan meningkatkan laju ekstraksi minyak yang berkontribusi pada peningkatan produksi migas Pertamina.
“Potensi Indonesia sangat besar dalam penerapan teknologi CCUS dan EOR untuk mengurangi emisi dan menjaga keamanan energi,” tuturnya.
Nicke menegaskan, keuntungan dari implementasi teknologi ini adalah dapat menaikkan produksi minyak dengan proses injeksi C02.
Baca juga : Kalahkan Nicolas Jarry Di Tennis Paris Masters 2024, Alcaraz Balas Dendam
Menurutnya, interwell injeksi CO2 menjadi pembuktian implementasi CCUS. Mengingat, manfaat program yang amat besar, maka program tersebut akan terus dikembangkan.
“Ada dua hal utama yang bisa kita capai. Pertama, menurunkan emisi karbon. Kedua, meningkatkan produksi minyak dari sini (Sukowati),” ucap Nicke.
Dia menilai, Bojonegoro adalah daerah yang dianugerahi sumber daya alam dalam bentuk migas yang luar biasa sehingga memberikan kesejahteraan dan perputaran ekonomi. Karena itu, pengelolaannya pun harus luar biasa.
Dia pun memastikan Pertamina terus berusaha mengurangi emisi gas rumah kaca untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) 2060. Salah satunya melalui interwell injeksi CO2 itu.
“Kegiatan eksplorasi migas yang menghasilkan karbon emisi harus dikurangi,” tegasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya