Dark/Light Mode

Industri Semen Kinclong, Cemindo Cetak Pendapatan Rp 6,5 T Di Kuartal III

Selasa, 5 November 2024 16:15 WIB
Pabrik semen PT Cemindo Gemilang Tbk. (Foto: Ist)
Pabrik semen PT Cemindo Gemilang Tbk. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Industri semen di Indonesia mengalami pemulihan yang signifikan. Volume penjualan semen nasional meningkat sebesar 31 persen pada kuartal III-2024 dibandingkan kuartal sebelumnya.

Secara keseluruhan, pasar domestik menunjukkan kenaikan sebesar 0,82 persen hingga September 2024 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini didorong oleh permintaan yang kuat untuk semen kantong dan curah, khususnya di pulau Sumatera dan Jawa. 

Salah satu pelaku industri semen Indonesia, PT Cemindo Gemilang Tbk pun mencatat pertumbuhan yang positif atas dinamika yang sedang terjadi.

Baca juga : Blue Bird Catat Pendapatan Tumbuh 13 Persen Hingga Kuartal III 2024

Chief Financial Officer PT Cemindo Gemilang Tbk, Ameesh Anand mengatakan, Cemindo mencatat lonjakan volume penjualan yang mengesankan, dengan peningkatan sebesar 37 persen pada kuartal III dibandingkan kuartal II. “Penjualan semen kantong kami naik 42 persen, yang menunjukkan permintaan yang kuat di pasar regional Sumatera,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (5/11).

Selama sembilan bulan pertama tahun 2024, pihaknya mencatat pendapatan mencapai Rp 6,5 triliun. Segmen klinker dan semen menyumbang 92 persen dari total pendapatan, sementara segmen turunan semen tumbuh sebesar 2 persen. 

“Peningkatan penjualan di segmen turunan semen sebesar 24 persen dan kenaikan EBITDA sebesar 60 persen menunjukkan komitmen kami untuk memperluas bisnis di sektor bangunan dan material,” jelasnya.

Baca juga : Kuartal lll-2024, Hasnur Internasional Shipping Cetak Pendapatan Rp 292 Miliar

Ameesh juga menjelaskan industri semen diperkirakan akan terus tumbuh hingga akhir 2024. Normalisasi aktivitas manufaktur pasca-pemilu dan dukungan dari pemerintahan baru, termasuk komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), memberikan optimisme bagi pelaku industri. 

Menurutnya, penurunan suku bunga acuan oleh The Fed dan Bank Indonesia juga menjadi katalis positif, yang dapat mendorong aktivitas infrastruktur dan properti. “Kami optimis bahwa dengan dukungan pemerintah, volume penjualan semen bisa meningkat sekitar 6-8 persen berkat program pembangunan 3 juta rumah yang akan diluncurkan pada awal 2025,” tambah Ameesh.

Ia menambahkan, di sisi lain, anak perusahaan Cemindo di Vietnam tengah menghadapi tantangan akibat badai topan yang memperlambat aktivitas konstruksi. Meskipun begitu, Ameesh menyatakan, pasar semen domestik di sana mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Baca juga : Perkuat Fundamental Kinerja, BRI Cetak Laba Rp45,36 Triliun

Adapun, saat ini Cemindo tengah berfokus pada pengembangan bisnis turunan semen sebagai pilar pertumbuhan baru dan terus berkomitmen pada inovasi serta praktik keberlanjutan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Dengan jaringan operasional yang luas, Cemindo siap mendukung pembangunan di seluruh Indonesia dan memperkuat posisinya di industri semen.

"Dengan inovasi dan penerapan praktik berkelanjutan. Dengan pemulihan yang kuat ini, industri semen Indonesia tampaknya berada di jalur yang tepat untuk terus berkembang, memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional," pungkas dia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.