Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dukung Program Biodiesel
Pelaku Industri Sawit dan Pemerintah Sepakat Dorong Produktivitas
Jumat, 8 November 2024 10:54 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Seluruh pemangku kepentingan industri kelapa sawit sepakat mendorong produktivitas kebun swasta dan rakyat untuk meningkatkan produksi Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit, agar program jangka panjang Pemerintah mampu terlaksana.
Demikian salah satu poin diskusi sesi pertama di Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) Ke-20 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali 7-8 November 2024.
Berdasarkan data Riset Perkebunan Nusantara (RPN), dari total 6,94 juta hektare (ha) lahan sawit milik petani, 1,36 juta ha di antaranya ditanami oleh pohon-pohon yang berusia di atas 25 tahun.
Adapun tanaman muda dengan usia di bawah 3 tahun mencapai 1,64 juta ha dan tanaman dewasa antara 4 -25 tahun seluas 3,94 juta ha.
Hal itu membuat produksi CPO nasional mengalami stagnansi dan cenderung menurun di masa depan.
Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono mengatakan, salah satu hal penting yang perlu segera direalisasikan adalah peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit.
Baca juga : Dukung Proses Pemurnian, Linde Pasok Gas Industri Ke Freeport
"Dengan begitu, stagnansi produksi kelapa sawit dalam beberapa tahun terakhir bisa diselesaikan," ujar Eddy di Nusa Dua, Bali, Kamis (7/11/2024).
Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat menerapkan praktik budidaya yang baik dan berkelanjutan.
Peningkatan produktivitas kebun kelapa sawit, lanjutnya, dapat mendukung program biodiesel Pemerintah yang ditargetkan menjadi B50 pada 2026, tanpa menganggu ekspor CPO.
Senada, Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Eddy Abdurrachman mengungkapkan, Pemerintah juga berupaya mendorong produktivitas kelapa sawit nasional.
Hal itu terlihat dari tambahan dana bantuan replanting atau peremajaan sawit yang semula Rp 30 juta per hektare menjadi Rp 60 juta per hektare (ha).
“Bantuan itu kami tingkatkan dengan harapan bisa mendorong para petani ikut serta program replanting. Kalau dulu bantuan Rp 30 juta per ha membuat mereka harus mencari pendanaan lain hingga tanaman menghasilkan, maka dengan Rp 60 juta per ha ini bisa sampai tanaman menghasilkan,” jelasnya.
Baca juga : Industri Sambut Baik Pemerintahan Prabowo, IKI Oktober Ekspansi
Eddy menambahkan bantuan replanting telah menjagkau 156.000 petani atau setara dengan 350.000 ha lahan.
Adapun lahan potensial yang bisa di-replanting mencapai 2 juta ha di Indonesia.
Secara jangka panjang, BPDPKS menargetkan program replanting bisa meningkatkan produksi CPO petani mencapai 8 juta ton per tahun guna mendukung program strategis Pemerintah.
“Pada 2045, dengan program replanting produksi CPO Indonesia berpotensi tembus 83,4 juta ton. Tapi bila program ini tidak berjalan produksi CPO nasional berisiko menurun dalam beberapa tahun ke depan,” jelasnya.
Ketua Perhimpunan Ilmu Pemuliaan dan Perbenihan Sawit Indonesia, Edy Suprianto menambahkan, peningkatan produktivitas akan menjadi tantangan utama industri kelapa sawit dalam beberapa tahun ke depan.
Pasalnya, salah satu upaya paling efektif meningkatkan produktivitas ialah melalui program replanting.
Baca juga : Dukung Program Pemerintah, Komdigi Dorong Humas Terapkan Komunikasi Efektif
“Permintaan CPO akan terus meningkat sedangkan waktu yang kita butuhkan untuk mendorong produktivitas melalui replanting ialah 5 tahun,” ungkapnya.
Edy menambahkan selain replanting, peningkatan produktivitas bisa dengan menerapkan praktik agronomi yang lebih baik seperti pengelolaan air, pupuk, serta pengendalian hama & penyakit.
Sementara itu, Professor University of Nebraska-Lincoln (USA) Patricio Grassini menambahkan, Indonesia berpotensi meningkatkan kelapa sawit seperti yang terjadi pada komoditas padi dan jagung.
“Kita perlu lebih intensif meningkatkan produktivitas sehingga tantangan seperti keterbatasan lahan bisa teratasi, beban tenaga kerja terselesaikan dan kita semua terhindar dari kampanye isu-isu lingkungan,” ungkapnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya