Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dukung Program 3 Juta Rumah, Pemprov Jateng Langsung Tancap Gas
Jumat, 25 Oktober 2024 20:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sejalan dimulainya program 3 juta rumah era Pemerintahan Prabowo Subianto, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) langsung tancap gas menggelar Bimbingan Teknis Sertifikasi Registrasi Pengembang Perumahan (Bimtek SRP2).
Kegiatan ini agar hunian yang dibangun sesuai standar dan berkelanjutan.
Saat membuka kegiatan Bimtek SRP2 di Semarang, Selasa, 22 Oktober 2024, Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno mengimbau developer untuk mengembangkan perumahan yang sehat dan ramah lingkungan.
"Menjaga lingkungan itu dampaknya memang tidak bisa instan, akan tetapi jangka panjang. Kami berharap developer bisa memberi manfaat kepada masyarakat," kata Sumarno, dalam keterangan persnya, Jumat (25/10/2024).
Baca juga : Pemerintah Luncurkan Program Cetak Sawah Perkuat Ketahanan Pangan
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jateng Arief Djatmiko menyatakan, kegiatan tersebut merupakan implementasi Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Permen PUPR) Nomor 24 Tahun 2018 yang mempersyaratkan pengembang tersertifikasi.
Untuk itu, Pemprov Jateng bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Realestat Indonesia (LSP REI) sebagai lembaga sertifikasi profesi yang diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), menyelenggarakan Bimtek SRP2.
“Kegiatan ini bertujuan dapat mencetak pengembang yang berkompeten. Melalui kegiatan SRP2 ini, diharapkan para developer di Jawa Tengah menjadi taat aturan dan dapat membangun rumah yang layak huni serta berkelanjutan bagi masyarakat,” ucap Arief Djatmiko.
Ketua LSP REI Hendra Susanto mengatakan,.standardisasi sumber daya manusia (SDM) perumahan akan memastikan hunian yang dibangun developer dikerjakan oleh SDM memenuhi standar.
Baca juga : Dukung Keamanan Data BPR-BPRS, Peruri Kenalkan Teknologi Graph Analytic
Dengan begitu, rumah dan lingkungan perumahan yang dibangun oleh pengembang dapat memenuhi kebutuhan dasar penghuninya, seperti keamanan, kenyamanan, dan kesehatan.
Selain dapat meningkatkan nilai jualnya, yang terpenting adalah rumah dan lingkungan perumahan yang nyaman, aman, dan sehat akan membuat anak-anak betah di rumah.
"Hal itu akan menjamin pendidikan karakter anak dalam keluarga dapat terlaksana dengan baik,” jelas Hendra.
Andi Kurniawan, mewakili Forum Komunikasi (Forkom) Developer Jawa Tengah selaku penyelenggara kegiatan mengatakan, manfaat sertifikasi ini penting bagi pengembang perumahan di masa mendatang.
Baca juga : Program Kartu Prakerja Tekan Jumlah Pengangguran Gen Z
“Sertifikasi ini akan menjadi syarat agar pengembang teregistrasi dan memiliki tenaga ahli yang kompeten di bidang perumahan,” ujar Andi.
Sertifikasi SRP2 yang diikuti sebanyak 95 pengembang perumahan ini merupakan uji kompetensi pada aspek Penilaian Kelayakan Lokasi, Penilaian Kelayakan Investasi, Perencanaan, Pelaksanaan Pembangunan Perumahan dan Permukiman Layak Huni.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya