Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Lahan Sawah Menyusut 100 Ribu Hektare Tiap Tahun
Zulhas: Milenial Tak Tertarik Jadi Petani
Selasa, 12 November 2024 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketahanan pangan yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto memiliki tantangan. Salah satunya, kondisi para petani yang sebagian besar berusia lanjut dan lahan pertanian terus berkurang setiap tahun.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan membandingkan kondisi saat Orde Baru dengan sekarang. Di era Orde Baru, rata-rata petani mempunyai lahan sawah dan sebagian besar pekerjaan berasal dari sektor pertanian.
Berbeda dengan kondisi sekarang. Diperkirakan 80 persen petani sudah berubah menjadi buruh tani.
Baca juga : Program Magang Kerja Kurangi Pengangguran
“Kalau masa Orde Baru, 65 persen pekerja dari sektor pertanian. Sekarang kira-kira tinggal 25 persen,” kata Zulhas-sapaan Zulkifli Hasan saat pelantikan Pejabat Tinggi Pratama Kemenko Pangan di Graha Mandiri, Jakarta, Senin (11/11/2024).
Menurut Zulhas, para petani juga mengalami penuaan. Sementara, anak muda enggan menjadi petani.
Selain itu, sebaran sawah terus berkurang setiap tahun dan membuat pasokan hasil pertanian ikut menurun. Hal itu menjadi tantangan tersendiri untuk membawa Indonesia menuju swasembada pangan.
Baca juga : Nerrazurri Gagal Kudeta Napoli
“Para petani mengalami tua. Yang muda, milenial, sudah nggak tertarik (jadi petani). Lahan pertanian setiap tahun juga berkurang 100 ribu hektare,” ujarnya.
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan, risiko besar penuaan sektor pertanian akan berpengaruh pada kedaulatan pangan yang menyebabkan ketergantungan impor.
“Kalau terlalu lama tergantung impor, Indonesia akan susah maju dan masyarakat akan jadi miskin,” tegasnya.
Baca juga : Laga Lanjutan NBA, Celtics Tumbangkan Bucks
Karena itu, Pemerintah berusaha memperbaiki tata kelola sektor pertanian dan terus berupaya menambah minat generasi muda masuk dalam sektor pertanian. Ini penting untuk menciptakan kedaulatan pangan.
Saat ini, kata Zulhas, Pemerintah mengejar swasembada pangan paling lambat pada 2028. Hal itu tidaklah mudah karena banyak melibatkan kementerian/ lembaga terkait, seperti Kementerian Pertanian, Pupuk Indonesia, Badan Pangan Nasional dan Bulog.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya