Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Melonjak 15 Persen, KAI Logistik Angkut 22 Juta Ton Barang Per Oktober 2024
Selasa, 19 November 2024 16:08 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - KAI Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero) sukses mengelola lebih dari 22 juta ton barang atau mengalami kenaikan hingga 15 persen dibandingkan rerata volume bulanan tahun 2024 yaitu 2,2 juta ton hingga Oktober 2024.
Dari 22 juta ton tersebut, di antaranya sekitar 20 juta ton angkutan batu bara, 1,9 juta ton angkutan kontainer, 451.080 ton angkutan semen, 7.800 ton angkutan limbah B3, dan 49.000 ton angkutan kurir.
Direktur Utama KAI Logistik Fredi Firmansyah mengatakan, pihaknya terus memantapkan posisinya di industri logistik Tanah Air melalui layanan logistik yang andal guna memperkuat logistik nasional.
“Volume angkutan barang KAI Logistik mengalami peningkatan sekitar 15 persen. Kami optimis dalam waktu dua bulan tersisa ini mampu mengoptimalkan kinerja, baik pada aspek operasional maupun keuangan,” ucap Fredi dalam keterangan resmi, Selasa (19/11/2024).
Hingga triwulan III 2024, KAI Logistik mencatatkan rerata volume bulanan menyentuh angka 2,2 juta ton, dan pada Oktober KAI Logistik mengelola lebih dari 2,5 juta ton.
Baca juga : Teken Kontrak IMO, KAI Pastikan Jaga Keandalan Prasarana Kereta Api
Volume tersebut didominasi oleh angkutan batu bara di Sumatera Selatan yang mencapai 90 persen dari total volume yaitu sekitar 2,3 juta ton.
Pada Oktober, segmen bisnis angkutan kontainer dan angkutan limbah B3 menunjukkan kinerja melebihi dari target capaian bulanan di mana angkutan kontainer melayani 210.000 ton, dan angkutan limbah B3 melayani sekitar 1.500 ton. Sementara layanan kurir menyumbang sekitar 5.100 ton.
“Dalam kurun waktu tiga) bulan terakhir, tren peningkatan terjadi secara konsisten pada angkutan kontainer dan limbah B3,” sebut Fredi.
Pada periode tersebut, angkutan kontainer mencatatkan kinerja menyentuh 8 persen di atas target, sementara angkutan Limbah B3 mencatatkan sekitar 40 persen melebihi target kinerja.
Menurut Fredi, layanan Angkutan Limbah B3 dilayani melalui KALOG Pro dengan keunggulan pada prioritas kemanan dan keselamatan.
Baca juga : Laba BSI Melonjak 21,6 Persen Di Triwulan III-2024
“Sehingga menekan risiko cemaran lingkungan selama perjalanan, penerapan SOP yang ketat, pengawalan, hingga pemeriksaan di empat titik pemberhentian,” ungkapnya.
Lebih lanjut Fredi mengatakan, angkutan limbah B3 juga telah mengantongi izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Sementara pada angkutan kontainer, perusahaan terus melakukan inovasi dalam memastikan optimalisasi rantai pasok logistik.
Sejumlah langkah yang telah dilakukan seperti konektivitas angkutan kontainer pada kawasan strategis. Seperti pelabuhan dan kawasan industri, penguatan cold chain logistics, penerapan teknologi RFID pada unit kontainer hingga mengantongi sertifikasi Halal Logistik yang diterbitkan oleh BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal).
Selanjutnya, untuk jenis produk Jasa Pendistribusian yang terdaftar di tiga terminal. Yaitu, Terminal Barang Area Sungai Lagoa, Terminal Barang Area Klari, dan Terminal Barang Area Kalimas.
Baca juga : Satu Tahun Operasi, Whoosh Angkut 5,8 Juta Penumpang
Fredi mengatakan, KAI Logistik mengapresiasi pelaku usaha yang telah memilih moda kereta api sebagai moda unggulan yang lebih ramah lingkungan, tidak hanya lebih bersaing pada sisi ekonomi.
“Namun juga turut memberikan andil signifikan pada kelangsungan aspek lingkungan, dan mengurangi risiko kerusakan infrastruktur jalan raya akibat beban yang berlebih,” pungkas Fredi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya