Dark/Light Mode

Kisah Nasabah PNM Mekaar, Olah Sisik Ikan Sukses Ekspor Ke Berbagai Benua

Selasa, 19 November 2024 22:47 WIB
Tatik, pengusaha keripik sisik ikan nasabah PNM Mekaar yang berhasil membawa produknya menembus pasar internasional di berbagai belahan benua. Foto: Istimewa
Tatik, pengusaha keripik sisik ikan nasabah PNM Mekaar yang berhasil membawa produknya menembus pasar internasional di berbagai belahan benua. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali membuktikan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan perempuan prasejahtera melalui program Mekaar.

Salah satu kisah inspiratif datang dari Tatik, seorang pengusaha keripik sisik ikan yang berhasil membawa produknya menembus pasar internasional di berbagai belahan benua mulai dari Malaysia, Hong Kong hingga Afrika.

Perempuam dengan nama lengkap Tatik Anita Haryati ini memulai usahanya dengan penuh keterbatasan. Berawal dari memanfaatkan bahan baku sederhana, yaitu sisik ikan yang sering dianggap limbah, ia mengolahnya menjadi keripik yang renyah dan bernilai jual tinggi.

Di awal perjalanan, tantangan seperti keterbatasan modal, pemasaran, dan pengetahuan bisnis menjadi kendala utama. Namun, berkat dukungan modal dan pelatihan dari PNM Mekaar, usaha Tatik mulai menunjukkan perkembangan signifikan.

Baca juga : Kualitas Aset Makin Baik, Intip Strategi BRI Turunkan Rasio Kredit Bermasalah

Dengan pendampingan intensif, ia berhasil meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan pemasaran, dan mengadopsi strategi keuangan yang lebih baik.

Kini, usaha yang awalnya kecil-kecilan telah berkembang menjadi bisnis skala besar yang sukses menembus pasar ekspor.

"PNM Mekaar benar-benar menjadi penyelamat saya. Tidak hanya memberikan pinjaman, tetapi juga pelatihan untuk meningkatkan kepercayaan diri saya dalam berbisnis. Setiap ada pelatihan dari PNM pokoknya saya ikut," ceritanya.

Keberhasilan ini juga turut berdampak pada perekonomian lokal. Dengan meningkatnya permintaan, Tatik kini mampu mempekerjakan warga sekitar untuk membantu proses produksi, menciptakan lapangan kerja baru, dan memberdayakan komunitasnya.

Baca juga : Dorong Pengusaha Go Global, BRI Peduli Gelar Pelatihan Ekspor UMKM Binaan

Ia mengajak teman-teman seperjuangannya untuk terus gigih mengembangkan usaha dan jangan cepat merasa puas.

"Produk saya dibantu bungkusannya jadi lebih menarik, dan sekarang saya punya NIB (Nomor Induk Berusaha). Sebelumnya ngga pernah kebayang usaha rumahan saya jadi bisa sebesar ini. Yang penting terus usaha untuk memperbesar usaha kita," tambah Tatik.

Tatik percaya diawali dengan kepemilikan satu dokumen pendukung usaha, bisa mendorong semangatnya untuk mengurus dokumen lainnya hingga bisa membuat produk camilan sisik ikan olahannya diterima di pasar internasional.

Kini, ia juga mendapat penghasilan tambahan dengan menjadi Agen BRILink Mekaar, program besutan Holding Ultra Mikro, untuk nasabah PNM Mekaar terpilih.

Baca juga : Nasabah PNM Mekaar Berdayakan Nenek-Nenek Bekasi Bisnis Kerupuk Kencur

Tatik merasa bersyukur usaha kerasnya selama ini bukan hanya membantu menyelamatkan lingkungan tetapi juga membawa manfaat bagi orang-orang di sekitarnya.

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi turut mengapresiasi perjuangan hebat ibu-ibu prasejahtera yang pantang menyerah meski di tengah keterbatasan.

"PNM melalui program Mekaar terus berkomitmen mendukung perempuan seperti Ibu Tatik agar bisa mandiri secara ekonomi dan memberikan kontribusi nyata bagi keluarganya. Keberhasilan Ibu Tatik adalah bukti bahwa dengan semangat pantang menyerah dan dukungan yang tepat, kesuksesan bisa diraih oleh siapa saja," ungkap Arief.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.