Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Forum Internasional OECD-IOPS Sepakati Peningkatan Industri Dana Pensiun Global
Rabu, 20 November 2024 19:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - OECD/IOPS/OJK Global Forum on Private Pensions 2024, forum internasional yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dan Organisasi Pengawas Dana Pensiun Dunia atau International Organisation of Pension Supervisors (IOPS) pada 19-20 November di Bali, menyepakati peningkatan kolaborasi antarnegara serta sejumlah rekomendasi praktis yang dapat diterapkan untuk meningkatkan sistem dana pensiun secara global.
Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara, dalam pidato penutupan pertemuan tersebut di Bali pada Rabu (20/11/2024), menyampaikan beberapa poin penting yang menjadi sorotan diskusi selama dua hari. Hal itu mencakup pentingnya peran dana pensiun dalam menutup kesenjangan perlindungan dan meningkatkan keamanan finansial, serta kontribusi dana pensiun terhadap investasi jangka panjang yang mendukung pengembangan pasar modal dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Selain itu, dalam forum yang dihadiri lebih dari 150 peserta dari 42 negara itu juga mengemuka diskusi mengenai integrasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam strategi dana pensiun, sebagai langkah menghadapi tantangan global sambil menjaga imbal hasil jangka panjang. Serta pemanfaatan digitalisasi untuk memperluas inklusi keuangan dan cakupan dana pensiun, terutama di sektor informal.
"Dari sejumlah pandangan serta strategi tindak lanjut yang dibahas di forum ini, tentu akan memperkuat upaya kolektif kita untuk memajukan agenda dana pensiun global," kata Mirza.
Baca juga : Bamsoet Ingatkan, Ego Sektoral Bisa Akibatkan Industri Manufaktur Mati Suri
Menurutnya, OJK mengapresiasi dukungan OECD dan IOPS dalam penyelenggaraan forum ini. Kerja sama ini mencerminkan komitmen bersama untuk membangun sistem dana pensiun yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan di tengah tantangan global.
OJK berharap, forum ini menjadi katalisator bagi penguatan kerja sama internasional di sektor dana pensiun, dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. Serta mendukung stabilitas ekonomi global.
Sebelumnya, pada pembukaan forum ini, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyampaikan soal reformasi sektor dana pensiun di Indonesia yang dilakukan OJK dan berfokus pada empat pilar utama: penguatan modal dan pendalaman pasar, peningkatan tata kelola dan manajemen risiko, pengembangan ekosistem industri, dan adopsi praktik terbaik serta standar internasional.
Mahendra menegaskan, OJK terus mendorong harmonisasi skema pensiun sukarela dan wajib sebagai bagian dari upaya memperluas cakupan dana pensiun, termasuk di sektor informal.
Industri dana pensiun di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang stabil. Per September 2024, total aset dana pensiun mencapai Rp 1.500 triliun (95 miliar dolar AS), meningkat 10,1 persen dibandingkan dengan Rp 1.362 triliun (86,4 miliar dolar AS) pada September 2023.
Anggota Eksekutif Komite IOPS
Baca juga : Kunjungi China, UNAS Perkuat Jaringan Internasional & Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Forum ini juga mengumumkan terpilihnya OJK sebagai anggota Komite Eksekutif Organisasi Dana Pensiun Dunia atau International Organisation of Pension Supervisors (IOPS), setelah melalui periode nominasi dan voting oleh anggota IOPS yang dilaksanakan pada Agustus hingga Oktober 2024.
IOPS adalah organisasi internasional yang didirikan pada 2004, yang bertujuan memperkuat pengawasan dana pensiun di seluruh dunia.
IOPS dibentuk atas inisiatif dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dan International Network of Pension Regulators and Supervisors (INPRS).
Saat ini, IOPS memiliki 92 anggota dan observers yang mewakili badan pengawas dari 82 negara dan wilayah di seluruh dunia.
Keberhasilan OJK terpilih sebagai anggota Komite Eksekutif IOPS untuk periode 2025-2026 ini menandakan komitmen Indonesia untuk lebih aktif berperan dalam perkembangan kebijakan dana pensiun global.
Baca juga : Menperin Dukung Mentan Wajibkan Industri Serap Susu Lokal
Dalam kesempatan ini, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengungkapkan, OJK bertekad untuk belajar dari pengalaman negara-negara lain dalam mengembangkan industri dana pensiun yang lebih baik. Serta memberikan kontribusi dalam merancang kebijakan dana pensiun global yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
"Indonesia siap untuk aktif berkontribusi dalam kebijakan dana pensiun dunia. Kami percaya, dengan berbagi pengalaman dan berkolaborasi dengan negara-negara anggota IOPS, kita dapat bersama-sama mengatasi tantangan global dan memperkuat industri dan sistem dana pensiun di setiap negara," papar Ogi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya