Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Mobil Hybrid Dapat Insentif, Begini Kata Wapresdir TMMIN
Senin, 16 Desember 2024 14:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam menyambut baik kebijakan pemerintah yang memberikan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) sebesar 3 persen untuk mobil hybrid (Hybrid Electric Vehicle/HEV)
“Kami menghargai upaya pemerintah untuk membangun industi otomotif rendah emisi,” ujarnya saat berbincang dengan RM.id, Senin (16/12/2024).
Dia berharap, pemberian insentif ini akan memacu terbentuknya ekosistem industri otomotif yang rendah emisi.
Baca juga : Toyota Happy Mobil Hybrid Dapat Insentif, Optimis Penjualan Naik
Kebijakan insentif PPnBM DTP 3 persen untuk kendaraan hybrid diumumkan oleh pemerintah dalam paket stimulus ekonomi yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Insentif ini bertujuan mempercepat transisi menuju kendaraan rendah emisi karbon untuk mendukung target Net Zero Emission 2060.
“Pemerintah ingin memastikan kendaraan listrik dan hybrid semakin terjangkau bagi masyarakat,” ujar Airlangga.
Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita meminta, produsen mobil hybrid di Indonesia segera mendaftarkan model kendaraan mereka ke pemerintah agar dapat menikmati insentif PPnBM DTP sebesar 3 persen mulai 1 Januari 2025.
Baca juga : Kerek Penjualan, Mobil Hybrid Dapat Insentif PPnBM DTP 3 Persen
“Untuk insentif hybrid, saya minta agar produsen mobil hybrid yang ada di Indonesia segera mendaftarkan merek-mereknya kepada kami. Dengan begitu, insentif ini sudah bisa dinikmati awal tahun depan,” ujar Agus.
Agus menjelaskan, insentif ini merupakan bagian dari program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) yang diatur dalam Peraturan Kementerian Perindustrian Nomor 36 Tahun 2021. Program ini mencakup persyaratan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) untuk kendaraan hybrid yang harus dipenuhi oleh produsen.
Agus berharap insentif ini dapat mendorong penjualan mobil hybrid yang saat ini terdampak oleh melemahnya daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah. “Insentif ini adalah jawaban pemerintah untuk mengatasi tekanan pada sektor otomotif,” tegasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya