Dark/Light Mode

Bapanas Bulog Kementan Siap Perkuat Swasembada Pangan

Selasa, 24 Desember 2024 15:56 WIB
Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi dalam Forum Business Summit bertajuk Redefining Food Sovereignty for Indonesias Future. Foto: Istimewa
Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi dalam Forum Business Summit bertajuk Redefining Food Sovereignty for Indonesias Future. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi memastikan pihaknya akan melakukan penyerapan hasil panen petani dengan menugasi Bulog pada panen raya besar yang akan berlangsung pada Februari dan Maret 2025 mendatang.

Kata Arief, penyerapan ini merupakan bagian dari tugas Bapanas dan Bulog sebagai Standby Buyer dalam memenuhi kebutuhan nasional melalui hasil produksi dalam negeri. Dengan begitu, Bapanas siap menjalankan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat swasembada pangan.

Baca juga : Hadapi Borneo FC, Benteng Persebaya Makin Kokoh

Arief mengungkapkan, Pemerintah sudah menyiapkan optimasi lahan dan cetak sawah untuk memperkuat produksi. Bahkan, saat panen raya yang berlangsung Februari dan Maret, pembelian gabah tidak boleh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

"Jadi sekarang semua kerja keras. Misalnya dryer-nya kita siapkan, silo-nya kita siapkan, dan kita siapkan juga penghilangan padi yang kecil-kecil karena kita lagi mau menggerakkan ekonomi," ujar Arief dalam Forum Business Summit bertajuk Redefining Food Sovereignty for Indonesia’s Future.

Baca juga : BSI Aktif Kembangkan ESG Di Sektor Pariwisata Cikole Lembang

Arief mengatakan, sebenarnya kebutuhan beras untuk memenuhi masyarakat Indonesia sudah cukup. Mengingat, cadangan beras yang ada di Bulog saat ini mencapai 2 juta ton. Angka sebesar itu pasti akan bertambah banyak pada saat panen raya berlangsung tahun depan.

"Dan kalaupun kemarin kita ada importasi itu sebenarnya untuk cadangan pangan pemerintah, karena Pemerintah harus punya cadangan. Kemudian ada juga impor beras untuk kategori beras khusus seperti beras basmati dan juga beras untuk kebutuhan restoran," katanya.

Baca juga : Tangani Wabah ASF, Pemerintah Perkuat Koordinasi Nasional

Selain beras, Arief memastikan bahwa Indonesia sudah mencapai swasembada untuk komoditas ayam, telur, dan sejumlah komoditas lain yang sampai saat ini produksinya dalam posisi surplus.

"Yang pertama pangan kita itu sebenarnya sudah banyak yang swasembada. Misalnya ada ayam potong dan telur produksinya sudah surplus. Nah tinggal kita sesuai arahan bapak Presiden untuk meningkatkan produksi beras nasional dan kita optimistis bisa mewujudkannya," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.