Dark/Light Mode

Kolaborasi PLN-Energy Modelling System Australia, Perkuat Sistem Kelistrikan Hijau

Jumat, 20 Desember 2024 19:43 WIB
Kolaborasi PLN-Energy Modelling System Australia, Perkuat Sistem Kelistrikan Hijau

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam upaya mendukung percepatan transisi energi di Indonesia, PT PLN (Persero) menjalin kolaborasi strategis dengan Energy Exemplar, perusahaan energy modelling asal Australia yang dikenal melalui produk unggulannya, Plexos Energy Modelling System.

Sistem ini banyak digunakan untuk pengelolaan kelistrikan di berbagai negara.

Kolaborasi ini bertujuan memperkuat energy modelling guna meningkatkan keandalan sistem kelistrikan nasional, seiring dengan rencana peningkatan kapasitas Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang tercantum dalam peta jalan ketenagalistrikan Indonesia.

Hingga tahun 2040, PLN merancang peta jalan peningkatan pemanfaatan EBT-termasuk energi surya, angin, hidro, geotermal, dan nuklir—untuk mencapai porsi 75 persen (sekitar 75 GW).

Langkah ini sejalan dengan visi swasembada energi nasional Presiden Prabowo Subianto.

Perubahan ini memengaruhi strategi PLN, khususnya terkait peningkatan kapasitas variable renewable energy seperti surya dan angin, yang sifatnya intermiten dan dipengaruhi faktor cuaca.

Baca juga : Anggaran Pemilu Membengkak, PKB Setuju Sistem Politik Dievaluasi

Kapasitas ini akan meningkat dari 5 GW menjadi 42 GW, mendominasi sistem kelistrikan masa depan.

"Dulu, sistem kelistrikan didominasi oleh pembangkit batu bara yang bersifat baseload sehingga sistemnya lebih sederhana. Namun, ke depan, pembangkit EBT seperti surya dan angin yang bersifat intermiten akan mendominasi, sehingga sistem kelistrikan menjadi lebih kompleks," kata Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, setelah bertemu dengan Head of Energy Modelling, Ali Ghahremanlou, dan Plexos Product Manager, Robert May.

PLN juga merancang pengembangan pembangkit fast-response serta sistem penyimpanan energi berbasis baterai (battery energy storage system) untuk menjaga kestabilan pasokan listrik.

Selain itu, PLN tengah mempersiapkan implementasi Smart Grid guna mendigitalisasi operasi kelistrikan, mulai dari pembangkit hingga pelanggan melalui teknologi seperti smart power plant, smart transmission, dan smart metering.

"Energy modelling yang sebelumnya sederhana akan berkembang menjadi sistem yang lebih canggih dan sophisticated," tambah Darmawan.

Selain variable renewable energy, PLN juga meningkatkan kapasitas baseload renewable energy, seperti hidro dan geotermal, dari rencana awal 16 GW menjadi 33 GW.

Baca juga : Master Bagasi Dorong UMKM Go Global, Perkuat Ekonomi Berkelanjutan

Namun, pengembangan ini menghadapi tantangan geografis karena lokasi pembangkit seringkali jauh dari pusat permintaan (demand).

"Dulu, pembangkit batu bara dibangun dekat dengan pusat demand, sehingga jalur transmisi minim. Kini, pembangkit hidro dan geotermal yang jauh dari pusat demand membutuhkan jalur transmisi hijau sepanjang 70.000 kilometer," jelas Darmawan.

Menurut Darmawan, energy modelling berbasis spasial diperlukan untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan di seluruh Indonesia.

Sistem ini akan membantu merancang jalur transmisi hijau yang menyalurkan daya dari lokasi pembangkit ke pusat demand secara efisien.

"Keberlanjutan kerja sama dengan Plexos sangat penting untuk melakukan studi perbandingan dan benchmarking dengan sistem kelistrikan negara lain. Hal ini bertujuan memperkuat desain sistem kelistrikan yang lebih tangguh," tambahnya.

Adopsi Energy Modelling System Dengan tantangan dan perubahan strategi yang dihadapi, energy modelling system menjadi elemen kunci dalam perencanaan sistem kelistrikan yang mencakup proyeksi demand-supply, pembangunan, operasi, hingga efisiensi Capex dan Opex.

Baca juga : Kapolri Lakukan Cooling System Cegah Polarisasi Saat Pilkada Serentak

"Dua tahun lalu, PLN bertemu dengan International Energy Agency (IEA) di Eropa yang menggunakan standar terbaik energy modelling system, yaitu Plexos. PLN pun mengadopsi sistem tersebut dan terus memperdalam penggunaannya," ujar Darmawan.

Head of Energy Modelling Energy Exemplar, Ali Ghahremanlou, mengapresiasi upaya Indonesia dalam meningkatkan porsi EBT dalam bauran energinya.

"Kami siap mendukung PLN sepenuhnya, baik dalam hal engineering support maupun capacity building," katanya.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis PLN dalam memperkuat sistem kelistrikan hijau yang andal dan berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.