Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Lewat Program VPTI, Surveyor Indonesia Tekan Produk Impor Ilegal
Kamis, 2 Januari 2025 21:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Surveyor Indonesia akan menekan produk impor ilegal, agar industri dalam negeri tidak merugi. Karenanya, anggota Holding BUMN Jasa Survei atau ID Survey itu terus memperkuat layanan survei, inspeksi dan verifikasi nasional, maupun internasional.
Direktur Utama Surveyor Indonesia Sandry Pasambuna mengatakan, pihaknya menjadi mitra Pemerintah dalam memastikan semua produk yang diimpor sesuai spesifikasi, requirement, quantity yang ditetapkan Pemerintah, melalui kegiatan Verifikasi atau Penelusuran Teknis Impor (VPTI) yang dilakukan sejak 2002.
"Banyak barang yang masuk secara ilegal di Indonesia, seperti kain, tekstil. Ini yang membuat beberapa perusahaan tekstil di Indonesia, tidak bisa beroperasi lagi," ujar Sandry, di Jakarta, dalam keterangan diterima, Rabu (1/1/2025).
Sandry menambahkan, saat ini, pihaknya memiliki tagline baru "The Guardian of Assurance" yang menunjukkan perseroan serius dalam memberikan layanan sertifikasinya yang aman dan terjamin.
Hal ini menurut Sandry sekaligus menguatkan peran perusahaan dalam memastikan, tidak ada lagi ilegal importir seperti yang terjadi sebelumnya.
Baca juga : Petrokimia Gresik Bersama Pupuk Indonesia Luncurkan Tim Voli Putri Proliga 2025
Lebih lanjut Sandry mengatakan, Surveyor Indonesia bersinergi dengan PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI dan PT Sucofindo untuk mencegah masuknya barang impor ilegal yang dapat merusak pasar.
"Sinergi ini memungkinkan kami memberikan layanan survei, inspeksi dan verifikasi yang efisien, mendukung kebutuhan nasional, dan memperluas jangkauan internasional," katanya.
Sandry menambahkan, Surveyor Indonesia memainkan peran vital dalam kemajuan infrastruktur Indonesia, termasuk melalui proyek-proyek strategis seperti KRL (Kereta Rel Listrik), kereta cepat dan Satelit Satria-1 dan program Buy The Service (BTS) untuk 10 kota besar di Indonesia. Serta, layanan berkelanjutan yang semuanya merupakan upaya bersama penguatan industri nasional dan keandalan bangsa.
"Kami berharap Surveyor Indonesia dapat terus memperluas peran dan memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan. Sehingga, dapat mendukung Indonesia dalam pengurangan emisi karbon dan memperkuat daya saing di pasar global," ucap Sandry
Tak hanya itu, pihaknya juga berperan dalam sektor minyak, gas dan energi baru terbarukan di beberapa proyek besar milik PT Pertamina, seperti pemastian kehandalan fasilitas kilang (refinery unit) dan monitoring lingkungan pada proyek Refinery Development Master Plan (RDMP), survei LIDAR di wilayah kerja Pertamina Hulu Sanga-Sanga, Cargo Monitoring, hingga Biodiesel.
Baca juga : Indonesia Kanan Kiri Oke
Begitu juga, dalam sektor mineral, batubara, serta lingkungan, perseroan mengambil peran dalam memastikan kualitas dan kuantitas batu bara di PT Bukit Asam dan PT Kaltim Prima Coal dan konsultan perizinan lingkungan, serta rehabilitasi daerah aliran Sungai (DAS) di PT PLN dan Pertamina.
"Kepercayaan Pemerintah dan sektor swasta pada proyek-proyek ini, semakin memperkuat posisi Surveyor Indonesia sebagai mitra handal di bidang teknologi dan informasi," ujar Sandry.
Sementara itu, Direktur Komersial Surveyor Indonesia Saifuddin Wijaya menambahkan, pihaknya akan memperluas perannya di sektor energi, mendukung penggunaan kendaraan listrik dan terlibat dalam proyek energi terbarukan. Seperti, pengembangan biofuel dan manajemen komoditas berkelanjutan.
"Kami ingin mendukung komitmen Indonesia, untuk mengurangi emisi karbon dan mempromosikan energi bersih," ujar Saifuddin.
Terkait pemenuhan ketentuan sertifikasi melalui VPTI, sambung dia, yaitu barang impor yang masuk harus sesuai spesifikasi dan persyaratan, HS Code, jumlah atau volume produk, hingga kesesuaian untuk aturan barang larangan dan atau pembatasan (lartas).
Baca juga : Peduli Korban Kebakaran Kemayoran, Indonesia CARE Gelar Terapi Psikososial
Awalnya hanya beberapa komoditas (yang ditugaskan oleh Kementerian Perdagangan).
"Per tahun ini, kita sudah sampai 43 komoditas (komoditas impor yang dilakukan verifikasi). Di pipeline tahun 2025, ada empat komoditas lagi dan itu sudah ada diskusi dengan Kementerian Perdagangan,” ujar Saifuddin.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya