Dark/Light Mode

Rayakan HUT ke-1 Parle, Bamsoet Dorong Peningkatan Industri Makanan dan Minuman

Kamis, 16 Januari 2025 18:12 WIB
Perayaan HUT ke-1 Parle Senayan, di Jakarta, Kamis (16/1/2025). (Foto: Istimewa)
Perayaan HUT ke-1 Parle Senayan, di Jakarta, Kamis (16/1/2025). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi III DPR sekaligus Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi keberadaan Parle Senayan Restoran yang genap berusia satu tahun. Dalam satu tahun, Parle Senayan tidak hanya menjadi restoran yang menyajikan kuliner beragam, namun juga berkontribusi signifikan terhadap lapangan pekerjaan. Dengan menyerap ratusan tenaga kerja, resto ini telah memberikan peluang kerja yang nyata bagi masyarakat.

Bamsoet memaparkan, Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sektor makanan dan minuman merupakan salah satu penyumbang utama bagi lapangan kerja di Indonesia. Industri ini memberikan kontribusi sekitar 9,8 perseb terhadap total tenaga kerja nasional pada tahun 2023.

"Dengan potensi yang terus meningkat, industri makanan dan minuman dapat menjadi pilar penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan," ujar Bamsoet, saat menghadiri perayaan HUT ke-1 Parle Senayan, di Jakarta, Kamis (16/1/25). Hadir antara lain CEO Parle Sonny Harsono, Komisaris Parle Edmil Nurjamil, Dirut Parle Anton Kristanto dan Direksi Parle Junaidi Elvis.

Baca juga : Wamenperin: Makan Bergizi Gratis Dongkrak Industri Kecil Dan Menengah

Bamsoet menjelaskan, pertumbuhan sektor makanan dan minuman tidak terlepas dari perubahan perilaku konsumen yang semakin menggemari kuliner sebagai bagian dari pengalaman hidup. Konsumen saat ini cenderung lebih mengutamakan kualitas makanan, pelayanan yang baik, serta suasana yang nyaman saat makan di luar.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, industri makanan dan minuman tumbuh 5,53 persen serta memberikan kontribusi sebesar 40,33 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas, pada triwulan II-2024. Menurut laporan dari Nikkei, Indonesia adalah salah satu pasar makanan dan minuman terbesar di Asia Tenggara, dengan nilai pasar mencapai 140 miliar dolar AS pada 2023.

"Pertumbuhan ini didorong oleh perubahan demografi, dengan populasi milenial menjadi konsumen utama yang mencari pengalaman kuliner yang unik," kata Bamsoet.

Baca juga : Rayakan HUT ke 6, Swiss-Belresort Dago Heritage Gelar Serangkaian Acara Amal

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menambahkan, sektor kuliner juga berperan penting dalam mendukung industri pariwisata. Resto dan cafe seperti Parle Senayan menjadi bagian dari wisata kuliner yang mendatangkan pengunjung domestik dan mancanegara. Sektor ini berpotensi untuk saling mendukung, ketika pariwisata meningkat, permintaan untuk makanan dan minuman juga akan meningkat yang memberikan peluang lebih banyak bagi pelaku industri.

Dia memandang, kehadiran Parle Senayan turut berkontribusi terhadap penerimaan negara dan daerah melalui pajak yang dibayarkan. Sektor makanan dan minuman merupakan salah satu penyumbang terbesar dalam penerimaan pajak nasional.

"Dengan demikian, kehadiran Parle Senayan tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memperkuat basis pajak yang berujung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan," pungkas Bamsoet.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.