Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Melihat Cek Kesehatan Gratis Di Puskesmas Depok, Pasien Nggak Perlu Antre Lama
Senin, 10 Februari 2025 15:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Program skrining Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PGK) yang menjadi janji kampanye Presiden Prabowo Subianto mulai bergulir pada Senin (10/2/2025).
RM.id mencoba mengunjungi Puskesmas Beji, Depok, Jawa Barat, Senin (10/2/2025). Puskesmas ini terpilih melakukan uji coba program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) kepada masyarakat yang berulang tahun. Dalam kesempatan ini, turut hadir Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Sejak pukul 08.00 WIB, masyarakat sekitar telah mengantre mengambil nomor pendaftaran. Untuk antrean PKG, nomor dan tempatnya dipisahkan dengan yang berbayar. Hal ini untuk mencegah penumpukan. Antrean PKG berada di sebelah kiri petugas pendaftaran. Sementara yang berbayar berbaur dengan pasien umum.
Mereka yang memanfaatkan cek kesehatan gratis mula-mula diminta untuk mendaftar online di aplikasi SATUSEHAT. Namun, karena ini hari pertama, petugas kesehatan (nakes) Puskesmas Beji tetap melayani pasien yang mendaftar offline. Setelah didata oleh nakes, termasuk mengecek tanggal kelahiran sebagai syarat penerimaan PKG, pasien diminta untuk menunggu beberapa saat.

Baca juga : Program Cek Kesehatan Gratis Resmi Dimulai, Daftarnya di Aplikasi Satu Sehat
Kemudian tahap selanjutnya pasien ditanyakan perihal riwayat penyakit yang diderita. Mulai dari gula darah, kolesterol, hingga jantung. Setelah itu, pasien diminta untuk menunggu kembali. Masuk tahap akhir, pasien kemudian diperiksa berkala dengan alat medis yang telah disiapkan. Apabila terdapat gejala yang mengkhawatirkan, pasien dianjurkan untuk berobat lebih lanjut.
Siti Syarifah (27) bersyukur dengan adanya program yang digulirkan Kementerian Kesehatan ini. Dia berharap masyarakat bisa memanfaatkan program pemeriksaan gratis guna mengetahui gejala yang diderita. "Saya diperiksa darah, mata, telinga, IVA (Inspeksi Visual Asam Asetar) bagi yang sudah menikah, dan gigi," kata Syarifah.
Pada kesempatan ini, Syarifah mengaku tidak sempat mendaftar online. Sebab, aplikasi SATUSEHAT miliknya sedang bermasalah. Kendati begitu, ia tetap mendapat pelayanan maksimal dari nakes dan dokter yang bertugas.
"Untuk prosesnya mudah. Aku daftar diarahkan petugas nakesnya. Daftar seperti biasa dan diarahkan ke ruangan-ruangannya. Ngantrenya juga nggak terlalu lama. Kurang lebih 10-15 menit sudah dipanggil bagian pendaftaran," ungkapnya.
Baca juga : Mulai 10 Februari, Cek Kesehatan Gratis Jadi Hadiah Ulang Tahun Terbaik
Selain itu, disebutkan Syarifah, antrean PKG ditempatkan terpisah dengan umum. Sehingga pelayanan yang diberikan bisa lebih cepat. "Untuk nomor antrean dibedakan sendiri. Kalau untuk PKG ada nomor tersendirinya dan pendaftaran juga dibedakan sama yang umum. Aku dapat antrean nomor 4," ucap karyawan swasta itu.
Di kesempatan sama, AHY mengungkapkan program PKG ini tidak hanya sekadar janji kampanye Presiden Prabowo Subianto saja, tetapi juga sebagai amanah konstitusi. Di mana setiap warga negara berhak mendapatkan pelayanan kesehatan.
"Pagi ini saya berada di Puskesmas Beji sebagai awal program atau kebijakan yang sangat dinantikan dan juga sangat bermanfaat untuk masyarakat Indonesia, yaitu cek kesehatan gratis," papar AHY.

Dikatakan AHY, program ini merupakan kebijakan yang sangat strategis dan menyentuh masyarakat luas. Seluruh masyarakat berhak mendapatkan kesempatan untuk mengetahui penyakit yang mereka idap. Pemeriksaan kesehatan ini, lanjutnya, menjadi hal yang sangat mendasar. sebab sebagai bentuk deteksi dini terhadap kesehatan masyarakat.
Baca juga : Senin Depan, Kemenkes Mulai Gelar Cek Kesehatan Gratis, Ini Cara Mengaksesnya
"Dan sekali lagi, ini adalah bentuk keberpihakan Pemerintah terhadap masyarakat. Terutama bagi masyarakat kurang mampu untuk bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik termasuk melalui medical check-up ini," pungkas Ketua Umum Partai Demokrat itu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya