Dark/Light Mode

Gelar Rakornas, Gapasdap Ingin Arus Mudik Lebaran Lancar

Rabu, 19 Februari 2025 22:21 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) mempersiapkan arus mudik Lebaran 2025 sejak jauh-jauh hari.

Adapun, fokus Gapasdap pada arus mudik Lebaran kali ini salah satunya Pelabuhan Merak menuju Bakauheni yang sering macet panjang pada musim mudik dari tahun ke tahun.

Ketua Umum Gapasdap Khoiri Soetomo mengaku terus berupaya merumuskan beberapa poin utama yang menjadi penyebab kemacetan di Pelabuhan Merak pada tahun-tahun sebelumnya.

"Kami telah menyusun usulan yang nantinya akan disampaikan kepada Pemerintah sebagai langkah strategis dalam menangani permasalahan tersebut agar permasalahan tidak terjadi lagi," kata Khoiri dalam Rapat Koordinasi Gapasdap 2025, di Jakarta, Rabu (19/2/2025).

Khoiri mengungkapkan, telah mengidentifikasi beberapa faktor penyebab terjadinya kemacetan di pelabuhan khususnya di lintas Merak-Bakauheni pada masa Angkutan Lebaran 2024 yang bisa menjadi pelajaran di tahun ini.

Baca juga : Indonesia Vs Yaman, Garuda Muda Berharap Husnul Khatimah

Pertama, pada saat penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2024 di lintas Merak-Bakauheni kendali operasional di lapangan bukan berada di bawah Kementerian Perhubungan (Kemenhub), melainkan dikoordinasikan oleh kepolisian.

"Hal ini kami rasa sedikit kurang tepat, dikarenakan terjadi ketidaksesuaian dengan tupoksi sebagai pemangku kepentingan industri angkutan Lebaran," ujarnya.

Kedua, pada H-7 Lebaran 2024, selama dua hari terjadi antrean kendaraan yang cukup panjang di Pelabuhan Ciwandan. Sementara, terminal ekonomi di dermaga reguler Pelabuhan Merak justru terjadi kekosongan.

"Kondisi ini karena pemberlakuan Surat Keputusan Bersama adalah pada saat H-7 dan kami anggap terlalu cepat dan kurang fleksibel meskipun posko-posko sudah dibentuk dari berbagai macam stakeholder," jelasnya.

Ketiga, ada kesulitan untuk mengalihkan muatan dari Pelabuhan Ciwandan ke Pelabuhan Merak, karena kapal-kapal yang beroperasi di lintas Ciwandan-Bakauheni memiliki load factor rata-rata hanya 80 persen.

Baca juga : PHSS Gelar Donor Darah, Kumpulkan 103 Kantong di Muara Badak

Sehingga, ada kapasitas muat (idle capacity) kapal yang terbuang sekitar 20-40 persen yang seharusnya dapat dimanfaatkan dengan mengkombinasikan berbagai jenis kendaraan, mobil pribadi, truk, hingga sepeda motor.

Belajar dari pengalaman tahun lalu, Gapasdap menyarankan 4 hal. Pertama, pembagian kewenangan yang jelas dalam pengaturan lalu lintas di pelabuhan penyeberangan. Gapasdap meminta arus lalu lintas di jalan raya diatur oleh pihak kepolisian.

Sementara, pola operasional dan arus kendaraan menuju kapal diatur oleh Otoritas Pelabuhan (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan/KSOP).

Kedua, evaluasi SKB pengaturan lalu lintas yaitu, masa pemberlakuan isi SKB tentang pengaturan lalu lintas jalan serta penyeberangan selama masa arus mudik dan balik Angkutan Lebaran. Lalu, skala prioritas pelabuhan utama dan pelabuhan penunjang.

Ketiga, penghapusan kelas eksekutif pada masa angkutan Lebaran, semua dermaga menjadi dermaga ekonomi.

Baca juga : Menhub Gercep Koordinasi

"Demi kelancaran, kita minta kapal ekpres dihapus saja selama angkutan Lebaran, karena di situ sumber kemacetan terjadi," ucapnya.

Khoiri juga meminta kepada ASDP agar tidak memblokir penjualan tiket reguler.

Banyak yang tiket reguler penuh, padahal fakta di lapangan sepi dan tidak ada penumpang. Hal ini sering terjadi saat momen besar seperti angkutan Lebaran.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.