Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Januari 2025 mengalami pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso menyatakan, posisi M2 pada Januari 2025 mencapai Rp 9.232,8 triliun, tumbuh sebesar 5,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Baca juga : Sumbangsih Mathlaul Anwar Untuk Bangsa Mencapai Rp 75 T
“Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 4,8 persen (yoy). Perkembangan ini didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 7,2 persen (yoy) dan uang kuasi sebesar 2,2 persen (yoy),” ujar Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya.
Menurut BI, peningkatan M2 pada Januari 2025 terutama dipengaruhi oleh penyaluran kredit dan pertumbuhan aktiva luar negeri bersih. Penyaluran kredit pada Januari 2025 tumbuh sebesar 9,6 persen (yoy), relatif stabil dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang mencapai 9,7 persen (yoy).
Baca juga : Jelang Akhir Pekan, Rupiah Capai Rp 16.361
Selain itu, aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 2,4 persen (yoy), meningkat signifikan dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya tumbuh 0,8 persen (yoy). Sementara itu, tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) masih mengalami kontraksi sebesar 14,3 persen (yoy), meskipun lebih kecil dibandingkan bulan sebelumnya yang terkontraksi 17,5 persen (yoy).
Dengan peningkatan likuiditas ini, BI optimistis pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dan stabil, seiring dengan kebijakan moneter yang terus mendukung pemulihan ekonomi nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya