Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Senayan Berharap Ada Tambahan Dari Saudi
2025, Kuota Haji 221 Ribu Orang
Kamis, 9 Januari 2025 07:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Senayan meminta Pemerintah melakukan lobi-lobi kepada Arab Saudi untuk mendapatkan kuota tambahan haji tahun 2025. Adapun kuota haji tahun ini sebesar 221 ribu orang.
Anggota Komisi VIII Marwan Dasopang mengatakan, tambahan kuota ini sangat diperlukan untuk mengurangi daftar antrean haji yang mencapai lebih dari 5 juta jemaah. Di beberapa daerah, jemaah harus menunggu hingga puluhan tahun untuk dapat berangkat ke Tanah Suci.
“Banyak jemaah yang waswas tidak dapat melakukan ibadah haji karena umur sudah tua dan sakit. Sementara, daftar tunggu berangkat haji masih lama. Jadi, kami minta Pemerintah dorong Arab Saudi untuk tambahan kuota jemaah haji Indonesia,” ucapnya.
Baca juga : Hore, Bansos KJP Plus Tahun 2024 Sudah Cair
Pengajuan tambahan kuota haji, kata Marwan, dapat dilakukan antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi.
Dalam waktu dekat, Panitia Kerja (Panja) Haji DPR akan berangkat ke Arab Saudi untuk melakukan penandatanganan nota kesepahaman.
“Kalau tidak salah dalam waktu dekat Presiden Prabowo akan melakukan muhibah ke luar negeri. Kami berharap salah satu agendanya bertemu dengan pihak Kerajaan Arab Saudi untuk meminta tambah kuota jemaah haji di 2025 ini,” harap politisi Fraksi PKB ini.
Baca juga : Real Madrid Vs Real Mallorca, Los Blancos Siap Hajar Vermilions
Dia bilang, Panja Haji Komisi VIII DPR sudah bertemu dengan Presiden Prabowo. Pihaknya menyampaikan terima kasih atas sikap Pemerintah yang menyetujui BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) turun hingga Rp 4 juta.
Adapun Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibebankan kepada jemaah sebesar Rp 55,43 juta, lebih rendah Rp 614.421 dari tahun 2024 sebesar Rp 56,04 juta.
“Ini pencapaian yang luar biasa di Pemerintah Presiden Prabowo. Kurs rupiah terhadap SAR (Saudi Arabian Riyal) dan nilai pajak di Saudi naik, tapi ongkos haji turun,” ungkapnya.
Baca juga : Ginting Gacor, Jojo Gugur
Namun demikian, dia mewanti-wanti penetapan biaya haji yang lebih rendah dibadingkan tahun lalu ini harus tetap dibarengi dengan pelayanan haji yang terbaik kepada jemaah.
“Pemerintah harus memastikan bahwa pembinaan, perlindungan dan pelayanan yang diberikan dalam penyelenggaraan haji tahun ini harus lebih baik daripada tahun lalu,” sarannya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya