Dark/Light Mode

BCA Perkuat Keamanan Siber Untuk Lindungi Transaksi Nasabah

Selasa, 25 Februari 2025 20:55 WIB
BCA. (Foto: Ist)
BCA. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memastikan keamanan setiap transaksi keuangan nasabah tetap terjaga di tengah meningkatnya ancaman siber.

Sebagai salah satu institusi perbankan terbesar di Indonesia yang menangani hampir 100 juta transaksi per hari dari lebih dari 41 juta nasabah, BCA mengadopsi pendekatan keamanan komprehensif berbasis people, process, dan technology.

Senior Executive Vice President of Strategic Information Technology Group BCA, David Formula menekankan, ancaman siber semakin berkembang dengan pola serangan yang lebih kompleks. Dalam sesi talkshow di mini studio BCA Expoversary 2025, ia menguraikan empat jenis kejahatan siber yang marak terjadi, yaitu ransomware, serangan Distributed Denial of Service (DDoS), social engineering (termasuk phishing), dan malware yang dapat mengambil alih akun nasabah.

Baca juga : Perkuat Keamanan Siber, Telkom Luncurkan BigBox AI

Untuk mengatasi tantangan ini, BCA memiliki tim keamanan siber yang bekerja 24/7 guna memantau dan menganalisis pola serangan secara proaktif. Dari sisi proses, bank ini menerapkan standar keamanan internasional seperti ISO dan NIST, serta regulasi nasional. Sementara dari sisi teknologi, BCA mengandalkan sistem keamanan canggih berbasis kecerdasan buatan (AI).

BCA juga berkontribusi dalam memperkuat ketahanan industri dengan berbagi data terkait pelanggaran keamanan terbaru kepada regulator, termasuk daftar IP berbahaya, guna mencegah ancaman siber terhadap sektor perbankan.

Lebih lanjut, BCA meningkatkan alokasi belanja IT sebesar 8 persen pada 2025 untuk mengembangkan infrastruktur digital yang lebih aman dan andal bagi nasabah.

Baca juga : Indonesia & Arab Saudi Perkuat Kerja Sama Sumber Daya Manusia Kesehatan

Head of Contact Center & Digital Services BCA, Adrianus Wagimin, mengungkapkan bahwa 88% insiden kebocoran data disebabkan oleh human error, termasuk teknik social engineering. Oleh karena itu, BCA aktif mengedukasi nasabah agar lebih waspada dalam bertransaksi dan tidak membagikan informasi pribadi, seperti PIN, OTP, atau CVV, kepada siapa pun.

Dari segi inovasi, BCA terus menghadirkan fitur keamanan tambahan, seperti QRIS Customer Presented Mode (CPM) di aplikasi BCA mobile dan myBCA untuk mencegah penipuan pembayaran QRIS palsu. Selain itu, di awal 2025, BCA merilis pembaruan aplikasi Halo BCA (versi 2.4.1) yang menghadirkan fitur pelacakan status laporan, pengkinian data rekening, serta layanan Halo BCA Chat untuk pengaduan nasabah secara real-time.

Melalui kampanye edukatif “Tolak Dengan Anggun” dan “Don’t Know? Kasih No!”, BCA terus mengajak nasabah untuk lebih waspada terhadap modus penipuan digital.

Baca juga : Bertemu Wagub Erwan Setiawan, Bamsoet Dukung Pemekaran Daerah Jabar

Untuk melindungi diri dari ancaman siber, BCA mengimbau nasabah agar menerapkan lima langkah utama:hanya mengunduh aplikasi resmi dari sumber tepercaya; rutin memperbarui sistem operasi dan aplikasi ke versi terbaru; selalu memverifikasi pihak yang mengaku sebagai BCA sebelum memberikan informasi; tidak membagikan data pribadi, termasuk PIN, OTP, dan CVV kepada siapa pun; tidak mengklik tautan mencurigakan yang diterima melalui pesan singkat atau email.

Jika menemukan indikasi penipuan, nasabah dapat segera melaporkannya melalui contact center Halo BCA di 1500888 atau melalui aplikasi Halo BCA, yang kini dilengkapi fitur telepon gratis tanpa pulsa serta chat banking.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.