Dark/Light Mode

Komdigi Dan BSSN Perkuat Keamanan Siber

Sabtu, 22 Februari 2025 09:58 WIB
Menkomdigi Meutya Hafid menerima Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi di Kantor Kementerian Komdigi, Jumat (21/2/2025). (Foto: Ist)
Menkomdigi Meutya Hafid menerima Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi di Kantor Kementerian Komdigi, Jumat (21/2/2025). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bekerjasama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) memperkuat keamanan siber nasional agar semakin tangguh dan terpercaya.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid mengatakan, respons cepat dan terkoordinasi adalah kunci utama dalam menjaga stabilitas dunia digital Indonesia.

“Ke depan, sinergi ini harus semakin solid dan proaktif. Para pimpinan harus siap 24 jam dalam merespons potensi ancaman siber. Ini bukan sekadar upaya teknis, tetapi langkah strategis untuk ketahanan nasional,” ujar Meutya usai menerima Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi di Kantor Kementerian Komdigi, Jumat (21/02/2025).

Baca juga : Kepala Daerah Baru Diminta Perkuat Perda Kawasan Tanpa Rokok

Meutya menekankan, koordinasi antara Komdigi dan BSSN harus semakin efektif, tanpa hambatan birokrasi yang berbelit, demi memastikan keamanan digital yang lebih baik.

“Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan tegas: keamanan siber adalah prioritas nasional! Kita harus terus berinovasi dan beradaptasi agar Indonesia tetap tangguh dalam menghadapi tantangan digital,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi menegaskan, kesiapannya untuk memperkuat kolaborasi ini. “Sejak dilantik, saya langsung mengimplementasikan instruksi Presiden: perkuat koordinasi dan bergerak cepat! Ini bukan sekadar komitmen, tetapi langkah nyata untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman,” ujarnya.

Baca juga : PGN Gandeng TNI AD Perketat Keamanan Penyaluran Gas Bumi Nasional

Sinergi antara BSSN dan Komdigi akan difokuskan pada tiga aspek utama: penguatan sistem pertahanan siber, peningkatan regulasi keamanan siber, dan pengembangan teknologi perlindungan data.

“Kami akan bersinergi dalam pengamanan infrastruktur digital, mitigasi ancaman siber, serta perlindungan data sensitif. Regulasi dan penerapan teknisnya harus berjalan beriringan,” jelas Nugroho.

Dengan meningkatnya tantangan dunia digital, sinergi ini bukan sekadar kerja sama, tetapi langkah strategis untuk memperkuat pertahanan siber Indonesia. Pemerintah terus berinovasi dan bertindak cepat untuk menjaga kedaulatan digital.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.