Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dukung Ekonomi RI, Sampoerna Perkuat Kolaborasi Dan Digitalisasi
Senin, 10 Maret 2025 13:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk., Ivan Cahyadi memaparkan, strategi keberhasilan perusahaan dalam mempertahankan daya saing, relevansi, dan keberlanjutan di tengah dinamika global.
Sebagai perusahaan asli Indonesia yang telah beroperasi lebih dari 111 tahun, Sampoerna terus memperkuat kolaborasi untuk berkembang bersama Indonesia serta menjadi salah satu pilar ekonomi nasional.
Dalam ajang Asia Business Conference 2025 di Harvard Business School, yang dihadiri oleh peserta dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, China, Jepang, India, dan negara-negara Asia Tenggara, Ivan menekankan bahwa Sampoerna mengadopsi standar global Philip Morris International (PMI) sambil mempertahankan Falsafah Tiga Tangan sebagai panduan utama perusahaan sejak 1913.
“Saya sangat bangga Sampoerna dapat terus mengembangkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang berkontribusi terhadap kemajuan individu, organisasi, dan negara,” ujar Ivan.
Baca juga : Tiga Tahun Berkembang, NeutraDC Perkuat Transformasi Digital Dengan AI
Sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem bisnis, Sampoerna menjalankan berbagai program di bawah payung keberlanjutan “Sampoerna untuk Indonesia”, yang berfokus pada Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola.
Dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen, Sampoerna dan PMI telah melakukan investasi berkelanjutan, inovasi, hilirisasi industri, penciptaan lapangan kerja, serta pengembangan SDM. Industri tembakau sendiri menjadi salah satu sektor hilirisasi yang sukses di Indonesia.
Di hulu, Sampoerna bermitra dengan 22.000 petani tembakau dan cengkih lokal untuk memastikan bahan baku berkualitas. Di hilir, perusahaan melibatkan 1.700 pemasok lokal serta menyediakan lapangan kerja bagi lebih dari 90.000 karyawan secara langsung maupun tidak langsung di 9 fasilitas produksi dan 43 Mitra Produksi Sigaret (MPS) yang tersebar di Pulau Jawa.
Selain itu, Sampoerna bermitra dengan lebih dari 1,5 juta peritel di seluruh Indonesia, menciptakan ekosistem bisnis yang kuat. Didukung oleh investasi PMI yang mencapai 6,4 miliar dolar AS sejak 2005, produk Sampoerna juga telah diekspor ke lebih dari 30 negara di Asia Pasifik.
Baca juga : Menekraf Ajak Mahasiswa FEB UI Kolaborasi Wujudkan etahanan Digital
Selain berkontribusi pada perekonomian, Sampoerna berkomitmen untuk mengembangkan SDM berkualitas global. Saat ini, sekitar 70 karyawan Sampoerna menjalani penugasan internasional di berbagai afiliasi PMI, termasuk sebagai Chief Diversity Officer di Swiss, Chief Marketing Officer di Amerika Serikat, hingga Director of Finance di Meksiko.
Tak hanya itu, Sampoerna juga aktif dalam pemberdayaan UMKM, yang merupakan tulang punggung ekonomi nasional. Melalui Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) yang hadir sejak 2007, lebih dari 97.000 UMKM telah mendapatkan pelatihan dan pendampingan. Beberapa UMKM binaan bahkan telah berhasil menembus pasar ekspor melalui kerja sama dengan Kadin Indonesia.
Sementara itu, melalui Sampoerna Retail Community (SRC) yang berdiri sejak 2008, lebih dari 250.000 toko kelontong telah mendapat edukasi tentang pengelolaan bisnis dan digitalisasi melalui aplikasi AYO by SRC. Hingga kini, 90 persen anggota SRC telah mengadopsi digitalisasi, dengan ekosistem AYO by SRC mencatat transaksi lebih dari 1 miliar dolar AS dengan 11,5 juta transaksi.
Berdasarkan riset Kompas Gramedia Media tahun 2023, SRC telah berkontribusi 14,5 miliar dolar AS per tahun terhadap perekonomian nasional, setara dengan 11,4 persen dari PDB sektor ritel nasional tahun 2022.
Baca juga : BRI Dan Blue Bird Perkuat Kerja Sama Hadirkan Solusi Keuangan Digital Bagi Pengemudi
Sampoerna juga berkomitmen terhadap pemasaran produk yang bertanggung jawab. Perusahaan aktif mengedukasi 1,5 juta mitra peritel mengenai larangan penjualan produk tembakau kepada anak di bawah umur 21 tahun, melalui surat edaran dan materi Youth Access Prevention (YAP) di toko-toko.
Dengan kombinasi investasi, inovasi, pengembangan SDM, dan digitalisasi, Sampoerna terus memperkuat ekosistem bisnis yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional dan kemajuan Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya