Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menekraf Ajak Mahasiswa FEB UI Kolaborasi Wujudkan etahanan Digital
Sabtu, 8 Maret 2025 12:33 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menegaskan pentingnya ketahanan digital dalam mendorong inovasi generasi muda di sektor ekonomi kreatif.
Hal ini disampaikannya saat menjadi keynote speaker dalam acara 16th SRD (Student Research Day) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (BEM FEB UI) 2025, Jumat (7/3/2025).
Di acara bertema ‘Digital Resilience: Igniting Youth Innovation in the Creative Economy,’ Teuku menyampaikan, sektor ekonomi kreatif sangat erat kaitannya dengan generasi muda dan Kementerian Ekonomi Kreatif siap berkolaborasi, baik dalam kegiatan kemahasiswaan maupun penelitian.
Baca juga : Urban Farming Lorong Mekaar, Langkah PNM Wujudkan Ketahanan Pangan
"Kami terus diarahkan oleh Bapak Presiden Prabowo untuk merangkul anak-anak muda yang memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas, terutama di industri kreatif Indonesia," ujar Teuku Riefky.
Diungkapkannya, menilik data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam satu decade terakhir, ekonomi kreatif menunjukkan pertumbuhan signifikan, baik dari sisi tenaga kerja, kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), maupun nilai ekspornya.
"Hal ini menjadi bukti bahwa sektor ini memiliki potensi besar sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional," semangatnya.
Baca juga : Sinergi Ramadan Dan Pancasila Mewujudkan Pemerintahan Daerah Yang Bersih
Lebih lanjut, Sang Menteri menyoroti bahwa ekonomi kreatif telah menjadi solusi penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda. Catatannya, tenaga kerja muda terus meningkat dari 19,39 juta orang pada 2020 menjadi 26,47 juta orang saat ini.
Menurutnya, situasi tingginya lapangan kerja dari kalangan muda ini sejalan dengan Asta Cita ke-3 Presiden Prabowo, yakni menciptakan lapangan kerja berkualitas bagi tenaga kerja muda.
Di era digitalisasi, kata Teuku Riefy, ketahanan digital atau digital resilience menjadi faktor kunci bagi perkembangan ekonomi kreatif. Dijelaskannya, ada tiga pilar utama ketahanan digital. Yaitu, adaptasi teknologi, akses pasar global dan keamanan digital.
Baca juga : Mentan Amran Ajak Mahasiswa Diskusi Swasembada Pangan
Diceritakannya, pemerintah terus mendorong literasi digital, kesiapan SDM, serta penguatan infrastruktur dan regulasi agar Indonesia memiliki ekosistem ekonomi kreatif yang tangguh dan berdaya saing tinggi.
Berdasarkan capaian 10 tahun terakhir, ekonomi kreatif telah berkontribusi sebesar 89 persen dalam tenaga kerja, 119 persen dalam nilai tambah ekonomi, dan 67 persen dalam nilai ekspor. Hal ini menegaskan bahwa sektor ini menjadi the new engine of growth atau mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.
"Kita harus memastikan ekonomi kreatif Indonesia tidak hanya berkembang di dalam negeri, tetapi juga mampu mendunia," pungkasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya