Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dukung Swasembada Energi, PHE Sumbang 69 Persen Produksi Minyak Nasional
Rabu, 12 Maret 2025 14:23 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina menegaskan komitmennya dalam mendukung Program Asta Cita untuk mencapai swasembada energi nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Komitmen ini disampaikan dalam acara Energi Forum: Kesiapan Indonesia Menuju Swasembada Energi, yang digelar di Jakarta pada Selasa (11/3/2025).
Acara ini diinisiasi oleh Detikcom bekerja sama dengan Komisi XII DPR RI.
Acara tersebut menjadi wadah bagi berbagai pemangku kepentingan untuk membahas tantangan dan strategi dalam mewujudkan ketahanan energi nasional yang mandiri dan berkelanjutan.
Baca juga : Kemenag-BI Sinergi Kembangkan Zakat dan Wafat jadi Pilar Ekonomi Nasional
Sejumlah pejabat tinggi turut hadir, di antaranya Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto, Sekretaris SKK Migas Luky A. Yusgiantoro, Dirjen Minerba Kementerian ESDM Tri Winarno, serta Direktur Sumber Daya Manusia Antam Achmad Ardianto.
Direktur Pengembangan dan Produksi PHE Awang Lazuardi mengungkapkan, PHE telah memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi minyak nasional.
Pada tahun 2024, PHE mencatat produksi minyak mencapai 400 ribu barel per hari (MBOPD), setara dengan 69 persen dari total produksi minyak nasional.
“Dalam jangka pendek, kami melakukan berbagai upaya untuk menahan natural decline (penurunan produksi alamiah), seperti workover, multistage fracturing, infill drilling, serta reaktivasi idle well,” ujar Awang dalam keterangan tertulis, Rabu (12/3).
Baca juga : Nggak Ada Ampun! Kemenperin Bakal Cabut Izin Produsen Minyakita Nakal
Lebih lanjut, untuk strategi jangka menengah dan panjang, PHE secara masif melakukan eksplorasi dan menerapkan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) guna mengoptimalkan produksi dari sumur-sumur lama.
Salah satu metode EOR yang telah diterapkan adalah steamflood di Blok Rokan, yang dilakukan dengan menginjeksikan uap ke dalam reservoir minyak.
“Teknologi EOR ini ramah lingkungan, tetapi membutuhkan biaya tinggi dan tidak semua lapangan cocok untuk penerapannya,” jelasnya.
Komitmen ESG dan Tata Kelola Perusahaan
PHE berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas dengan menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Baca juga : PHE Bukukan Produksi Minyak 553,67 Ribu Barel Per Hari pada Januari 2025
Selain itu, perusahaan menegaskan prinsip Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan fraud serta menjaga perusahaan bebas dari praktik penyuapan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandarisasi ISO 37001:2016.
Ke depan, PHE akan terus mengembangkan operasi yang prudent dan excellent, baik di dalam maupun luar negeri, guna mewujudkan visi sebagai perusahaan migas kelas dunia yang environmental-friendly, socially responsible, dan memiliki tata kelola yang baik.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya