Dark/Light Mode

Menteri Maman Optimistis Target KUR Sebesar Rp 300 Triliun Tercapai Di 2025

Rabu, 19 Maret 2025 12:47 WIB
Menteri UMKM Maman Abdurrahman (Foto: Kementerian UMKM)
Menteri UMKM Maman Abdurrahman (Foto: Kementerian UMKM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Kementerian UMKM) meyakini, penyaluran program Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2025 bakal tercapai. 

Tercatat, target penyaluran KUR 2025 sebesar Rp 300 triliun, dengan target debitur baru sebanyak 2,34 juta orang, dan target debitur graduasi sebesar 1,17 juta orang, serta 60 persen penyaluran untuk sektor produksi.

“Program KUR menjadi salah satu instrumen utama dalam mendukung pertumbuhan UMKM di Tanah Air,” kata Menteri UMKM Maman Abdurrahman saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, di Jakarta, Selasa (18/3/2025). 

Untuk mencapai target tersebut, diakuinya, masih terdapat berbagai macam kendala. Mulai dari isu terkait administrasi, informasi ketentuan dan kriteria KUR, hingga soal agunan tambahan. 

Terkait agunan tambahan KUR, Menteri UMKM menegaskan untuk KUR super mikro dan KUR mikro tidak dikenakan agunan tambahan. 

Baca juga : Kinerja Moncer, Tugure Targetkan Premi Rp 3,6 Triliun Di 2025

Namun tetap harus memenuhi kriteria usaha produktif yang layak dibiayai dengan minimal telah berjalan selama 6 bulan untuk KUR mikro dan kurang dari 6 bulan atau telah mengikuti pendampingan usaha untuk KUR super mikro. 

“Saya tekankan, untuk KUR super mikro sampai dengan Rp 10 juta dan KUR mikro lebih dari Rp 10 juta sampai dengan Rp 100 juta tidak dikenakan agunan tambahan. Sedangkan untuk KUR yang sampai dengan Rp 500 juta dapat dikenakan agunan tambahan," ujarnya. 

Diungkapkan Maman, hingga 16 Maret 2025, realisasi penyaluran KUR mencapai Rp 44,73 triliun dengan 788.237 debitur.

Ia berharap, kolaborasi dapat semakin diperkuat antara Pemerintah, DPR, dan bank penyalur dalam mencapai target penyaluran KUR sekaligus mengawasi pelaksanaannya di daerah. 

“Diharapkan para anggota dewan bisa turut mengawal dan mengawasi, karena sampai saat ini masing-masing daerah belum tercapai target khususnya di sektor produksi,” ajaknya. 

Baca juga : BTN Siapkan Uang Tunai Rp 30 Triliun Jelang Libur Idul Fitri 2025

Sedangkan untuk bank penyalur, kompleksitas penyaluran KUR cukup luar biasa. 

Untuk itu, sambungnya, semangat koordinasi dan kolaborasi diupayakan betul-betul bisa diperkuat untuk memetakan inti permasalahan pendistribusian KUR sehingga target bisa tercapai. 

Maman turut meminta bank penyalur agar mengikuti aturan yang berlaku, serta target yang sudah dicanangkan pada KUR 2025. 

Menyoal ini, Wakil Ketua Komisi VII DPR Evita Nursanty menyampaikan, program KUR bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat khususnya pengusaha UMKM.

“DPR dalam hal ini komisi VII siap mendukung kesuksesan penyaluran KUR. Diharapkan penjangkauan calon debitur KUR potensial semakin meningkat guna mewujudkan pemerataan akses kredit usaha," ucapnya.

Baca juga : Asian Agri Dan Apical Optimistis Capai Target Bisnis Keberlanjutan Di 2030

Evita juga meminta keberpihakan terhadap pengusaha UMKM di berbagai daerah terus diperkuat. 

"Partisipasi bank daerah juga perlu ditingkatkan tapi tentu dengan memperhatikan likuiditas bank daerah," ujar Evita.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.