Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Zaskia Adya Mecca, Turun Langsung Padamkan Karhutla
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pagi ini dibuka melemah 0,05 persen ke level Rp 16.523 per dolar Amerika Serikat (AS) dibanding penutupan perdagangan kemarin di level Rp 16.531 per dolar AS.
Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS mayoritas menguat terhadap dolar AS. Baht Thailand naik 0,10 persen, won Korea Selatan melonjak 0,38 persen, yen Jepang naik 0,17 persen, dan ringgit Malaysia menguat 0,26 persen.
Baca juga : Perang Tarif Trump Bikin Rupiah Loyo Ke Rp 16.515
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya melemah 0,09 persen ke level 102,99. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro stagnan di level Rp 18.027, terhadap poundsterling Inggris melemah 0,26 persen ke level Rp 21.441, dan terhadap dolar Australia minus 0,57 persen ke level Rp 10.451.
Analis pasar keuangan Lukman Leong mengatakan, rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang melemah setelah The Fed menurunkan asumsi pertumbuhan ekonomi AS.
Baca juga : Data Ritel AS Loyo, Rupiah Menguat Ke Rp 16.391
“Selain itu, The Fed juga mengisyaratkan akan ada dua kali lagi pemangkasan suku bunga tahun ini. Penurunan suku bunga akan membuat imbal hasil (yield) obligasi AS turun,” katanya, Kamis (20/3/2025).
Sedangkan investor cenderung mencari instrumen dengan imbal hasil yang lebih tinggi, sehingga mereka bisa mengalihkan investasinya ke negara lain dengan suku bunga yang lebih tinggi, sehingga mengurangi permintaan untuk dolar AS.
Baca juga : Naik Lagi, Harga Emas Pagi Ini Rp 1.745.000 Per Gram
"Namun penguatan mungkin terbatas karena sentimen domestik yang belum pulih," ucapnya.
Ia memproyeksi, nilai tukar rupiah bergerak di rentang Rp 16.400-Rp 16.550 per dolar AS sepanjang hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya