Dark/Light Mode

Darmawan Junaidi Kembali Terpilih Jadi Dirut

Kontribusi Bank Mandiri Ke Negara Terus Naik

Kamis, 27 Maret 2025 07:00 WIB
Dari kiri : Dirut Bank Mandiri Darmawan Junaidi, Wakil Direktur Utama Hasil RUPST Riduan, Direktur Operations Toni EB Subari, Direktur HC & Compliance Eka Fitria, Direktur Risk Management Danis Subiyantoro dan Direktur Commercial Banking Totok Priyambodo berbincang sebelum Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Mandiri 2024 di Jakarta, Senin (25/3). (Foto: Fotografer RM)
Dari kiri : Dirut Bank Mandiri Darmawan Junaidi, Wakil Direktur Utama Hasil RUPST Riduan, Direktur Operations Toni EB Subari, Direktur HC & Compliance Eka Fitria, Direktur Risk Management Danis Subiyantoro dan Direktur Commercial Banking Totok Priyambodo berbincang sebelum Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Mandiri 2024 di Jakarta, Senin (25/3). (Foto: Fotografer RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk kembali mengangkat Darmawan Junaidi sebagai nahkoda alias sebagai Direktur Utama. Namun, posisi direksi lainnya dan komisaris, mengalami perubahan.

Hasil RUPST memutuskan, memberhentikan sejumlah anggota Direksi dan Dewan Komisaris. Mereka adalah Alexandra Askan­dar, Agus Dwi Handaya, Aquarius Rudianto, Rohan Hafas dan Sigit Prastowo dari jajaran Direksi.

Sementara M Chatib Basri, Tedi Bharata, Arif Budimanta, Loeke Larasati Agoestina, Faried Utomo, Muliadi Rahardja, Heru Kristiyana, dan Rionald Silaban diberhentikan dari posisi Komisaris.

Sebagai bagian dari restruk­turisasi, pemegang saham mene­tapkan pengalihan penugasan Riduan dan Eka Fitria ke posisi baru, serta mengangkat beberapa nama baru dalam jajaran Direksi dan Komisaris.

Yakni M Rizaldi, Saptari, Jan Winston Tambunan, Ari Rizaldi, dan Novita Widya Ang­graini sebagai anggota Direksi. Serta menetapkan Kuswiyoto, Luky Alfirman, Yuliot, dan Mia Amiati sebagai Komisaris.

Darmawan mengapresiasi setinggi-tingginya atas pengabdian dan dedikasi Alexandra Askandar, Agus Dwi Handaya, Aquarius Rudianto, Rohan Hafas, Sigit Prastowo yang telah ikut berkon­tribusi membawa Bank Mandiri menjadi salah satu perusahaan dan perbankan terkemuka di Indonesia.

“Kami meyakini, keputusan pemegang saham ini akan mampu membawa Bank Mandiri semakin berperan dalam mempercepat pertumbuhan nasional, untuk Indonesia yang lebih maju,” tu­tur Darmawan dalam RUPST di Jakarta, Selasa (25/3/2025).

Baca juga : DKI Revitalisasi Gedung Puskesmas Sudah Uzur

RUPST juga menetapkan 78 persen dari laba bersih konsoli­dasi tahun 2024 atau senilai Rp 43,51 triliun sebagai dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham.

Sementara 22 persen sisanya ditetapkan sebagai laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendorong pengembangan usaha ke depan.

“Dari nilai dividen tersebut, sebanyak Rp 22,62 triliun akan disetorkan kepada negara atas kepemilikan 52 persen saham Bank Mandiri,” tutur Darnawan.

Sepanjang 2024, Bank Man­diri berhasil membukukan laba bersih Rp 55,8 triliun, dengan kualitas aset yang terus mengalami perbaikan.

Darmawan menyampaikan, besaran dividen tersebut mencer­minkan komitmen manajemen Bank Mandiri untuk terus berkon­tribusi secara optimal dalam pembangunan nasional. Serta memperkuat posisi sebagai mitra finansial utama pilihan nasabah

“Keputusan ini menunjukkan dukungan kuat dari pemegang saham kepada manajemen untuk mengakselerasi rencana ekspan­si bisnis perseroan,” jelasnya.

Darmawan menekankan, peran penting Bank Mandiri sebagai perusahaan BUMN, juga tercermin dari kontribusi kepada penerimaan negara berupa pajak dan bukan pajak.

Baca juga : Barcelona Vs Osasuna, Misi El Barca Jauhi Musuh Bebuyutan

Pada 2024, total kontribusi Bank Mandiri dalam bentuk pajak mencapai Rp 28,87 triliun, meningkat 8,47 persen secara yoy.

“Kontribusi Bank Mandiri ter­hadap pendapatan negara terus meningkat setiap tahun. Sejalan dengan perbaikan kinerja bisnis yang berkelanjutan,” tegasnya.

Adapun setelah pembagian dividen, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ra­tio (CAR) Bank Mandiri sampai akhir tahun, diproyeksikan di kisaran level 19-20 persen.

“Sejalan dengan momentum pertumbuhan ekonomi, kami optimis kinerja Bank Mandiri akan terus membaik,” yakinnya.

Ke depan, sambung Darmawan, emiten berkode saham BMRI ini akan terus memacu pengembangan bisnis dan layanannya, agar dapat memenuhi ekspektasi selu­ruh stakeholder perseroan.

Selain itu, RUPST Bank Mandiri turut menyetujui ren­cana pembelian kembali saham (buyback) senilai sebanyak-banyaknya Rp 1,17 triliun.

Langkah ini merupakan ba­gian dari strategi perseroan untuk mengakselerasi keyakinan investor terhadap prospek jangka panjang Bank Mandiri.

Baca juga : Megatron Cs Di Atas Angin

“Yang ditopang oleh fundamen­tal yang solid dan kinerja yang terus tumbuh,” ujar Darmawan.

Daftar Pengurus Baru

Ada pun susunan komisaris perseroan pasca RUPST adalah Komisaris Utama/Independen Kuswiyoto, Wakil Komisaris Utama/Independen Zainudin Amali, Komisaris terdiri dari Muhammad Yusuf Ateh, Luky Alfirman, Yuliot dan Komisaris Independen Mia Amiati.

Sementara susunan direksi perseroan adalah Direktur Uta­ma Darmawan Junaidi, Wakil Direktur Utama Riduan, Direk­tur Operations Toni EB Subari, Direktur Information Technology Timothy Utama, Direktur Human Capital & Compliance Eka Fitria, Direktur Risk Management Danis Subyantoro, Di­rektur Commercial Banking Totok Priyambodo.

Lalu, Direktur Corporate Banking M Rizaldi, Direktur Consumer Banking Saptari, Di­rektur Network & Retail Funding Jan Winston Tambunan, Direktur Treasury & International Bank­ing Ari Rizaldi, dan Direktur Fi­nance & Strategy Novita Widya Anggraini.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.