Dark/Light Mode

Kantongi Modal Dari Perusahaan Investasi Qatar

BTN Siap Bangun Satu Juta Rumah

Kamis, 10 April 2025 07:05 WIB
Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Nixon LP Napitupulu (kedua kiri) bersama Chairman AlQilaa International Group Sheikh Abdulaziz bin Abdulrahman Al Thani (kedua kanan) melakukan penandatanganan naskah kerja sama Pembangunan Satu Juta Hunian, disaksikan Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah (kanan) dan Duta Besar Indonesia untuk Qatar Ridwan Hassan (kiri) di Doha, Qatar, Selasa (8/4/2025).
Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Nixon LP Napitupulu (kedua kiri) bersama Chairman AlQilaa International Group Sheikh Abdulaziz bin Abdulrahman Al Thani (kedua kanan) melakukan penandatanganan naskah kerja sama Pembangunan Satu Juta Hunian, disaksikan Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah (kanan) dan Duta Besar Indonesia untuk Qatar Ridwan Hassan (kiri) di Doha, Qatar, Selasa (8/4/2025).

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan investasi asal Qatar, AlQilaa International Group, untuk membangun satu juta hunian. Langkah ini merupakan salah satu realisasi dukungan dalam mewujudkan Program Perumahan Nasional.

Kemitraan strategis ini dituangkan dalam penandatanganan perjanjian kerja sama antara BTN dengan AlQilaa International Group di Doha, Qatar, Selasa (8/4/2025).

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mengatakan, penandatanganan perjanjian kerja sama dengan AlQilaa In­ternational Group merupakan kelanjutan dari perjanjian kerja sama sebelumnya.

Yakni dukungan pembangun­an program Perumahan Nasio­nal, yang telah ditandatangani Menteri Perumahan Dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait dengan Perwakilan Kerajaan Qatar sekaligus Chairman AlQilaa International Group, Sheikh Abdulaziz bin Abdulrahman Al Thani pada 8 Januari 2025. Dan kala itu, Presiden Prabowo Subianto turut hadir menyaksikan langsung.

“Kami berharap, setelah kesepakatan ini prosesnya dapat berlanjut menuju perencanaan dan perancangan proyek, serta proses konstruksi,” kata Fahri di Doha, Qatar, Rabu (9/4/2025) malam.

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menegaskan, pi­haknya sangat serius untuk menyukseskan program Perumahan Nasional Pemerintah. Salah satunya melalui kemitraan bersama AlQilaa International Group. 

“Kami menjalin kemitraan strategis dengan investor asal Qatar AlQilaa International Group, yang pada tahap awal akan membangun 100 ribu unit hunian,” katanya.

Baca juga : Kemnaker Gercep Bentuk Satgas PHK

Untuk tahap awal, jelas Nixon, pemba­ngunan akan dilakukan dalam bentuk hunian vertikal. Seperti apartemen ataupun rumah susun bersubsidi di daerah perkotaan seperti Jakarta. 

Nilai investasi yang digelon­torkan AlQilaa Group untuk pem­bangunan tersebut, sekitar 20 ribu dolar Amerika Serikat (AS).

“Atau setara Rp 337,3 juta untuk satu unit hunian atau total sekitar 2 miliar dolar AS (Rp 33,73 triliun) untuk 100 ribu unit hunian,” terang Nixon.

Dijelaskan Nixon, dalam kerja sama tersebut, BTN bertindak sebagai penyalur pembiayaan untuk kepemilikan hunian yang akan dibangun AlQilaa Group. 

Pembiayaan tersebut akan tersedia dalam opsi akad konvensional maupun syariah untuk calon debitur Warga Negara Indonesia (WNI) yang memenuhi kriteria yang disepakati BTN dan AlQilaa Group, serta mentaati peraturan dan perundangan yang berlaku.

Nixon juga memastikan, BTN mendukung visi besar Program 3 Juta Rumah bagi rakyat Indonesia melalui kolaborasi internasional. 

“Kami meyakini, pembangun­an 100 ribu unit rumah pada fase pertama menjadi langkah konkret menuju pemenuhan kebutuhan papan yang layak dan terjangkau,” ucapnya.

Baca juga : Screening Calon Pacar Kimberly

Nixon menegaskan, kerja sama dengan AlQilaa Group ini akan membuat kinerja keuangan perseroan, khususnya pembia­yaan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) bersubsidi akan semakin positif. 

Selain itu, ia meyakini, proyek bersama investor Qatar ini akan mendorong penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan sektor konstruksi dan perbankan. Serta memperkuat hubungan ekonomi Indonesia-Qatar.

Menurut Nixon, dukungan investor asing sangat penting untuk memperkuat pendanaan bagi Program 3 Juta Rumah yang diusung Pemerintahan Presiden Prabowo. Sehingga da­pat mengurangi kekurangan (backlog) perumahan nasional. 

“Proyek ini akan berkontribusi besar terhadap target pembangun­an nasional, serta percepatan pemulihan ekonomi Indonesia pasca-pandemi,” tuturnya.

Chairman AlQilaa Interna­tional Group Sheikh Abdulaziz bin Abdulrahman Al Thani mengapresiasi dukungan Pe­me­rintah Indonesia, terhadap kontribusi Qatar dalam men­dukung pembangunan peru­mahan di Indonesia. 

“Kami berharap kemitraan ini dapat melangkah menuju hubungan yang erat antara kedua negara, untuk mendukung kesejahteraan rakyat Indonesia,” kata Abdulaziz.

Selain bertindak sebagai Perwakilan Kerajaan Qatar, Sheikh Abdulaziz bin Abdulrahman Al Thani juga menjabat sebagai Ketua atau Chairman dari AlQilaa Intenational Group.

Baca juga : Kondisi APBN Per Maret 2025: Pendapatan Meningkat, Pengeluaran Terkendali

Terpisah, Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah menilai, langkah kerja sama BTN dengan Qatar menjadi bukti nyata terwujudnya Program 3 juta rumah. Untuk itu ia mengaku optimistis, program ini bukan hanya sekadar bumbu pemanis program Pemerintah.

“Meski sebenarnya program Pemerintah ini adalah proyek nasional, atau penugasan. Namun investasi atau kerja sama dengan pihak lain juga sangat dibutuhkan, agar tak sepenuhnya membebani anggaran negara,” kata Piter kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Dukungan investor asing maupun dalam negeri, sambung Piter, diperlukan untuk menjaga arus kas alias cash flow perusahaan pelat merah yang mendapat amanah tersebut.

Ia berharap, dalam mewujudkan Program 3 Juta Rumah dapat diimplementasikan bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan fiskal.

Piter percaya, tugas yang diberikan Pemerintah melalui Ke­menterian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kepada perseroan telah mempertimbangkan aspek bisnis, keuangan, hingga kemampuan perusahaan tersebut.

“Ini menunjukkan bagaimana Pemerintah mencoba untuk mensinergikan BUMN-BUMN yang langsung terkait dengan pengadaan perumahan, sehingga diharapkan nanti bisa mengatasi backlog dari perumahan,” ujarnya.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.