Dark/Light Mode

Agung Intiland Luncurkan Laksana Business Park Seluas 1.200 Ha Dekat PIK 2

Jumat, 11 April 2025 15:21 WIB
Agung Intiland sebagai pengembang kawasan utara Jakarta melakukan inovasi baru seiring perkembangan dan tren pasar. (Foto: Dok. Agung Intiland)
Agung Intiland sebagai pengembang kawasan utara Jakarta melakukan inovasi baru seiring perkembangan dan tren pasar. (Foto: Dok. Agung Intiland)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertumbuhan e-commerce Tanah Air terus bertumbuh dari tahun ke tahun. 

Merujuk laporan e-Conomy SEA 2024 yang diolah Google Indonesia, diperkirakan bisnis e-commerce menjadi kontributor terbesar bagi ekonomi digital Indonesia, dengan estimasi mencapai 65 miliar dolar AS (sekitar Rp1.026,1 triliun) pada tahun 2024. 

Pertumbuhan yang kian positif inipun mendorong Agung Intiland sebagai pengembang kawasan industri dan pergudangan terpadu di utara Jakarta melakukan inovasi baru seiring perkembangan dan tren pasar. 

Berlokasi dekat dari Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, serta ditunjang dengan rencana infrastruktur dan tol, membuat Laksana Business Park -proyek perdana dan terbesar dari pengembang- menjadi pilihan terbaik untuk mengembangkan bisnis e-commerce dan usaha lainnya.

“Tren terkini menunjukkan bahwa pelaku industri semakin punya banyak preferensi dalam mengincar unit gudang. Paling banyak dibutuhkan adalah konsep multifungsi guna meningkatkan efisiensi operasional. Sejak berdiri dari 2015, kami mengembangkan proyek komersial seperti gudang yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem bisnis terintegrasi,” ujar Direktur Utama Agung Intiland, Paberd Leonard Hutagaol dalam keterangannya, Jumat (11/4/2025).

Baca juga : Innalillahi, Korban Tewas Gempa Myanmar Tembus 1.000 Orang, 2.300 Terluka

Melihat kebutuhan yang semakin masif, Laksana Business Park meluncurkan cluster gudang terbaru yakni Luxima Bizhub dengan konsep Gudang 4 in 1.

Paberd menambahkan, konsep ruang multifungsi menjadikan hunian, kerja, dan berjualan bisa dilakukan di dalam 1 atap yang sama. Luxima Bizhub bertujuan meningkatkan efisiensi dari waktu dan biaya, karena bisa mengurangi kebutuhan untuk berpindah antara kantor dan rumah. 

Tentunya sangat ideal untuk pengusaha awal (startup) dan menengah, mengingat harganya sangat terjangkau mulai Rp1,9 miliar. 

Agung Intiland memiliki lahan seluas 1.200 hektare, yang menjadikan Laksana Business Park sebagai kawasan industri dan pergudangan terbesar di sisi utara Kabupaten Tangerang dan sisi barat Jakarta. 

Kawasan industri inipun telah mengantongi Perizinan Berusaha Risiko Kawasan Industri dan telah terdaftar di Kemenperin, sehingga mumpuni untuk mengakomodir industri berat. 

Baca juga : Gandeng Google, Kementerian PU Luncurkan Layanan Informasi Mudik Lebaran

“Di area seluas 1.200 hektare ini, kami menghadirkan beberapa proyek pengembangan diantaranya Laksana Business Park 1 yang kavling industrinya telah sold out 100 persen, dan kavling industri di Laksana Business Park 2 yang juga sudah ludes 90 persen sejak diluncurkan di awal tahun 2022,” ujar Paberd.

Agung Intiland berdiri pada tahun 2015, dan sejak saat itu pengembang selalu menganut strategi pengembangan yang selaras dengan Rencana Induk Pembangunan Nasional. 

Langkah tersebut diambil sebagai cerminan optimisme perusahaan dalam mewujudkan visi sebagai pengembang kawasan industri dan properti berkelanjutan di Indonesia. 

“Dengan lokasi yang sangat strategis, ke depannya Agung Intiland juga akan membangun fasilitas hunian, komersil, pendidikan, kesehatan, dan penunjang lain yang akan mengakomodir semua kegiatan dalam satu kawasan. 

"Nantinya ini akan menjadi kota mandiri yang memiliki konsep one-stop living. Kami sangat optimistis, produk-produk yang kami tawarkan ke para konsumen akan memberi impact dan benefit yang positif,” kata Paberd. 

Baca juga : BPKH Limited Luncurkan 60 Unit Bus Baru Layani Jemaah Haji Dan Umrah

Tidak hanya berupaya menghadirkan nilai ekonomi yang optimal bagi para pemangku kepentingan, Paberd menyebut pihaknya juga berkontribusi dalam pelestarian lingkungan dan tanggung jawab sosial. 

Sebagai bagian dari visi besar untuk membangun Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing tinggi.

:Kami turut mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,2 persen pada tahun 2025 melalui inovasi berkelanjutan dan strategi bisnis yang inklusif,” pungkas Paberd.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.