Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Perkuat Ekonomi Kerakyatan, PLN EPI Genjot Digitalisasi Rantai Pasok Biomassa
Senin, 14 April 2025 17:13 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus berinovasi dalam pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).
Kali ini, PLN EPI menggenjot digitalisasi rantai pasok biomassa sebagai bahan bakar pendamping batubara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
Langkah ini merupakan bagian penting dari strategi jangka panjang PLN dalam mendorong co-firing biomassa.
Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Adi Lumakso menjelaskan, sistem digitalisasi ini tidak sekadar aplikasi, melainkan platform terintegrasi yang memetakan, memantau, dan mengintegrasikan seluruh proses penyediaan biomassa secara efisien dan berkelanjutan.
Ia menekankan pentingnya pendekatan yang sesuai dengan karakteristik biomassa sebagai sumber energi berbasis kerakyatan, berbeda dengan gas atau batubara.
Baca juga : Hima Persis Hadirkan Aplikasi Satind sebagai Upaya Digitalisasi Organisasi
“Target kita adalah mampu menyuplai hingga 10 juta ton biomassa per tahun di tahun 2030. Ini harus kita wujudkan dengan membangun model bisnis dengan berkolaborasi dengan petani dan koperasi lokal,” ujarnya.
Untuk mencapai target tersebut, PLN EPI membangun model bisnis kolaboratif dengan petani dan koperasi lokal.
Aplikasi digital yang dikembangkan mencakup pemetaan lahan, pelaporan penanaman dan pemanenan, hingga distribusi biomassa siap pakai.
Aplikasi ini telah diuji coba di Tasikmalaya dan mendapat respon positif dari petani.
Direktur Utama PLN EPI Iwan Agung Firstantara menambahkan, sistem ini dirancang untuk efisiensi suplai energi dan pemberdayaan masyarakat lokal dalam transisi energi.
Baca juga : Dukung Dapur MBG dan Mudik Lebaran, PGN Gagas Pastikan Pasokan Gas Bumi Aman
"Kami ingin menciptakan model energi dari rakyat untuk rakyat," ujarnya.
Sistem ini juga mendukung program dekarbonisasi PLN menuju Net Zero Emissions 2060 dengan semangat keadilan.
Sistem digitalisasi ini dibagi dalam dua fase. Fase pertama fokus pada monitoring penanaman, pendataan panen, dan pengiriman ke titik pengumpulan (Sub-Hub).
Data hasil panen dan pengumpulan limbah pertanian dicatat secara digital melalui aplikasi seluler.
Dari Sub-Hub, biomassa diteruskan ke fasilitas produksi (Hub) sebelum didistribusikan ke PLTU.
Baca juga : Perkuat Silaturahmi, Kapolri-Panglima TNI Hadiri Safari Ramadan Di Polda Lampung
Fase kedua meliputi pendataan dan pengendalian pengiriman bahan baku ke Hub dan distribusi ke PLTU, menggunakan sistem marketplace internal real-time.
Sistem ini memungkinkan konektivitas data produksi dan permintaan biomassa, memastikan transparansi dan kecepatan respon.
PLN EPI juga memantau progres co-firing biomassa di setiap PLTU untuk memastikan keberlanjutan program.
Iwan Agung Firstantara menegaskan komitmen PLN EPI dalam menghubungkan kebutuhan industri energi dengan kekuatan ekonomi desa.
Sistem digitalisasi ini menjadi tulang punggung strategi ketahanan energi nasional berbasis sumber daya lokal, membangun jembatan antara PLTU dan petani melalui semangat gotong royong.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya