Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2025 tetap terjaga meskipun dihadapkan pada tekanan ketidakpastian global yang meningkat.
Konsumsi rumah tangga menjadi salah satu penopang utama, didorong oleh keyakinan konsumen, kondisi penghasilan yang stabil, serta belanja musiman dan bantuan sosial pemerintah, termasuk Tunjangan Hari Raya (THR) dan insentif lainnya menjelang Idulfitri 1446 H.
“Di tengah dinamika global yang menantang, ekonomi domestik kita masih menunjukkan ketahanan yang baik,” ujar Perry dalam keterangannya, Rabu (23/4/2025).
Baca juga : Pacu Ekonomi Desa, REI Siap Bangun 1 Juta Rumah di Pedesaan
Investasi, terutama pada sektor nonbangunan, turut mendukung pertumbuhan, tercermin dari meningkatnya impor barang modal seperti alat berat. Sementara itu, ekspor nonmigas juga mengalami kenaikan, khususnya pada komoditas manufaktur seperti mesin dan besi-baja ke negara-negara ASEAN.
Secara geografis, pertumbuhan terindikasi positif di berbagai wilayah, dengan Kalimantan dan Jawa mencatatkan kinerja ekonomi yang cukup kuat.
Meski begitu, Perry mengingatkan, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan berpotensi terdampak oleh ketegangan perdagangan global, khususnya kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan Amerika Serikat dan retaliasi dari Tiongkok serta negara lainnya.
Baca juga : Pertemuan Prabowo Dan Megawati:Fondasi Persatuan Bangsa Di Tengah Geopolitik Global
“Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini akan berada sedikit di bawah titik tengah kisaran 4,7–5,5 persen,” ungkapnya.
Dampak dari penurunan ekspor ke AS serta penurunan permintaan dari mitra dagang utama seperti Tiongkok menjadi faktor utama yang membayangi kinerja ekspor nasional.
Untuk merespons tantangan tersebut, Bank Indonesia menegaskan pentingnya memperkuat permintaan domestik dan memaksimalkan peluang ekspor ke pasar alternatif. Bauran kebijakan moneter dan makroprudensial akan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Baca juga : Xi Jinping Tur Ke Asia Tenggara, Di Tengah Tensi Perang Tarif AS-China
“Kami juga terus mendorong digitalisasi sistem pembayaran sebagai bagian dari strategi mendorong efisiensi dan inklusi keuangan,” tambah Perry.
Sinergi antara Bank Indonesia dengan Pemerintah Pusat dan Daerah juga terus diperkuat, termasuk dalam mendukung implementasi berbagai program strategis nasional yang terangkum dalam Asta Cita.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya