Dark/Light Mode

JAS Luncurkan Belt Conveyor Loader Hybrid Pertama Di Bandara Soetta

Rabu, 30 April 2025 19:49 WIB
Jasa Angkasa Semesta (JAS) meluncurkan Belt Conveyor Loader (BCL) hybrid pertamanya di Terminal 3, Bandara Internasional Soekarno-Hatta. (Foto: Dok. JAS)
Jasa Angkasa Semesta (JAS) meluncurkan Belt Conveyor Loader (BCL) hybrid pertamanya di Terminal 3, Bandara Internasional Soekarno-Hatta. (Foto: Dok. JAS)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Jasa Angkasa Semesta Tbk (JAS), perusahaan groundhandling di Indonesia meluncurkan Belt Conveyor Loader (BCL) hybrid pertamanya di Terminal 3, Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Wakil Presiden Direktur/COO PT Jasa Angkasa Semesta Tbk, Kevin Chin mengatakan, peluncuran ini merupakan bukti nyata komitmen JAS terhadap keberlanjutan lingkungan, inovasi teknologi, dan keunggulan operasional.

Selain itu, langkah strategis perusahaan dalam transisi dari peralatan berbasis mesin pembakaran dalam (Internal Combustion Engine/ICE) ke teknologi hybrid dan listrik sepenuhnya selaras dengan upaya global untuk mendekarbonisasi industri penerbangan. 

"Peluncuran BCL hybrid ini bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan langkah nyata menuju visi keberlanjutan kami," kata Kevin dalam keterangan resminya Rabu (30/4/2025). 

Baca juga : JEC Luncurkan Ensiklopedia Digital Kesehatan Mata Pertama di Indonesia

Kevin mengaku berinvestasi tidak hanya pada peralatan yang lebih ramah lingkungan tapi juga pada masa depan industri penerbangan Indonesia.

"Hal ini adalah kontribusi kami untuk menciptakan ekosistem ground handling yang lebih hijau, efisien, dan bertanggung jawab," ujarnya.

Adapun, BCL hybrid ini merupakan langkah awal dari inisiatif transformasi besar JAS menuju penggunaan Ground Support Equipment (GSE) yang lebih ramah lingkungan.

Perusahaan sedang mempersiapkan pembangunan infrastruktur pendukung, pelatihan ulang tim operasional, dan penyesuaian prosedur layanan demi mewujudkan target keberlanjutan tersebut. 

Baca juga : Arus Balik Lebaran, KAI Commuter Tambah Dua Perjalanan Malam Di Bandara

Transisi menuju operasional yang sepenuhnya elektrik akan dilakukan secara bertahap. Hal ini untuk memastikan kesiapan dalam hal infrastruktur, terutama ketersediaan daya listrik yang stabil dan memadai, serta untuk memberikan waktu yang cukup bagi staf untuk beradaptasi dan menguasai penggunaan peralatan baru yang berbeda dari yang sebelumnya. 

Kevin menjelaskan, BCL hybrid ini dilengkapi dengan dua sumber tenaga, yaitu kombinasi sistem listrik dan bahan bakar konvensional, yang dirancang untuk memberikan fleksibilitas, keandalan, dan efisiensi energi. 

Peralatan ini dibuat untuk secara signifikan mengurangi emisi karbon dan konsumsi bahan bakar, serta memenuhi standar lingkungan internasional. 

BCL adalah unit hybrid pertama dalam rencana transisi armada secara menyeluruh yang mencakup pembangunan infrastruktur dan transformasi operasional secara bertahap. 

Baca juga : Begini Kesiapan Posko Mudik BUMN Sambut Arus Balik Di Bandara Soetta

Dengan pengenalan teknologi hybrid ini JAS menargetkan pengurangan jejak karbon dan mendukung operasional bandara yang lebih ramah lingkungan.

Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi Environmental, Social, Governance (ESG) yang menempatkan keberlanjutan sebagai inti dari pertumbuhan jangka panjang perusahaan. 

"Ke depan, JAS mengajak seluruh pemangku kepentingan industri, seperti maskapai, regulator, mitra teknologi, dan lembaga pemerintah, untuk bersama-sama membangun masa depan penerbangan yang lebih bersih, cerdas, dan berkelanjutan," ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.