Dark/Light Mode

Gelar RUPST 2024, Bank DKI Dapat Restu Untuk Melantai Di Bursa Efek

Kamis, 1 Mei 2025 06:33 WIB
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank DKI Tahun Buku 2024 yang diselenggarakan pada Rabu (30/04/2025).
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank DKI Tahun Buku 2024 yang diselenggarakan pada Rabu (30/04/2025).

RM.id  Rakyat Merdeka - Bank DKI akhirnya mendapatkan restu untuk melaksanakan rencana penawaran Umum Perdana Saham atau (Initial Public Offering (IPO) dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Rencana IPO diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank DKI Tahun Buku 2024 yang diselenggarakan di Jakarta pada Rabu (30/4/2025).

Baca juga : Kapolri Resmikan Fasilitas Baru Untuk Santri Di Buntet Pesantren Cirebon

Direktur Utama Bank DKI, Agus H. Widodo mengatakan, RUPST memberikan kewenangan kepada Direksi dan Dewan Komisaris untuk segala penyesuaian dan persiapan yang diperlukan untuk melaksanakan rencana penawaran Umum Perdana Saham (IPO),termasuk melakukan kajian secara komprehensif, dengan tetap memperhatikan kondisi perekonomian domestik maupun global, kondisi pasar saham di BEI.

RUPST juga telah memberikan persetujuan penambahan modal ditempatkan atau disetor Perseroan sebesar jumlah yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan Tahun Anggaran 2024 (selanjutnya disebut “APBD-P Tahun 2024”), yang berasal dari kredit Hapus Buku eks BPPN dengan total Rp2,19 miliar sebagai setoran modal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Perseroan.

Baca juga : Kabar Baik, Bank DKI Mulai Salurkan KJP Untuk 43 Ribu Lebih Siswa Baru

"Dengan penambahan modal Ditempatkan/Disetor tersebut, maka Modal Ditempatkan/ Disetor Perseroan akan berubah dari semula sebesar Rp 6,58 triliun menjadi Rp6.58 triliun, dan sisanya sebesar Rp 760,17 ribu dibukukan dalam Cadangan Umum Perseroan," kata Agus usai melaksanakn RUPST di Jakarta Rabu (30/4/2025).

Selain itu, lanjut Agus, Bank DKI juga membagikan dividen senilai Rp249,31 miliar atau dengan dividen payout ratio 32% dari laba bersih tahun buku 2024 sebesar Rp779,10 miliar dengan rincian sebesar Rp249,26 miliar diberikan kepada Pemprov DKI Jakarta, dan Rp56 juta diberikan kepada Perumda Pasar Jaya. 

Baca juga : Pengamat: Bank DKI Cetak Untung, Copot Direksi Tak Bisa Sembarangan

"Sedangkan sisa laba bersih tahun 2024, sebesar 68% atau senilai Rp529,79 miliar ditetapkan sebagai saldo laba ditahan untuk pengembangan usaha Bank DKI," ujar Agus.

Dalam RUPST,  Bank DKI juga melakukan perubahan terhadap susunan pengurus guna mendukung transformasi bisnis. Pemegang saham melalui RUPS dan setelah berkonsultasi dengan OJK, melakukan penguatan dan penyegaran jajaran komisaris dan direksi. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.