Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
FAF Mitra Propertindo Teken Kontrak Konstruksi, Proyek Kualanamu Aerocity
Senin, 5 Mei 2025 12:41 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT FAF Mitra Propertindo selaku pengembang kawasan terpadu Kualanamu Aerocity resmi menandatangani kerja sama konstruksi dengan kontraktor pelaksana CV Intech Powerindo di Medan, Minggu (4/5/2025).
Penandatanganan ini menandai langkah awal masuknya proyek ke tahap pembangunan fisik, sekaligus mempertegas komitmen pengembang dalam merealisasikan kawasan hunian dan komersial strategis di sekitar Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara.
Direktur Utama FAF Mitra Propertindo, M. Afif Rahardian, mengatakan bahwa momentum ini penting untuk menunjukkan kepada publik bahwa proyek Kualanamu Aerocity bukan sekadar wacana.
“Ini adalah wujud komitmen kami sebagai pengembang. Kami ingin memberikan kepastian dan kepercayaan kepada konsumen bahwa proyek ini digarap serius, tepat waktu, dan memiliki arah pembangunan yang jelas,”ujar Afif dalam keterangannya, Senin (5/5/2025).
Project Director PT FAF Mitra Propertindo, Kris Rafiandi menambahkan, bahwa pembangunan tower pertama Kualanamu Aerocity ditargetkan akan selesai pada Desember 2025 dan akan diserahterimakan mulai Januari 2026.
“Serahterima ini sesuai dengan target awal kami, 2 tahun sejak penjualan perdana. Kami sangat komit kepada konsumen dan ini adalah upaya kami memberikan yang terbaik,” ujar Kris.
Baca juga : DPR Minta Pemerintah Selamatkan Industri Dari Serbuan Impor
Proyek Kualanamu Aerocity dikembangkan di atas lahan seluas 1,6 hektare, dan dirancang sebagai kawasan terpadu yang terdiri dari 10 tower apartemen, 1 tower hotel, 958 unit apartemen, serta 98 unit kios komersial.
Kawasan ini berada di lokasi yang sangat strategis: hanya 7 menit dari Gerbang Masuk Bandara Kualanamu, 5 menit dari pintu tol Batang Kuis, dan 3 menit dari Stasiun KA Aras Kabu. Lokasi ini menjadikan Kualanamu Aerocity sangat potensial sebagai pusat hunian, bisnis, maupun pariwisata.
“Dengan akses transportasi yang sangat lengkap, kami yakin kawasan ini akan menjadi pusat aktivitas baru yang menjanjikan. Apalagi didukung oleh infrastruktur yang terus berkembang di kawasan Medan dan Deli Serdang,” ujar Afif.
Sementara, Fauzi Farhat, Komisaris PT FAF Mitra Propertindo menekankan bahwa pengembangan kawasan ini turut didorong oleh pesatnya pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara, yang dalam beberapa tahun terakhir ditopang oleh sektor perkebunan, perdagangan, dan logistik.
Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Sumut mencapai 5,1% pada tahun 2023 dan meningkat menjadi 5,5% pada 2024.
Medan sebagai ibu kota provinsi juga semakin berkembang menjadi kota bisnis utama di luar Pulau Jawa.
Baca juga : Prabowo Turun Tangan, Instruksikan Pengecer LPG 3 Kg Boleh Jualan Lagi Hari Ini
“Sumatera Utara sedang bergerak cepat, terutama dari sisi konektivitas dan perkembangan kawasan-kawasan produktif. Ini menciptakan peluang besar bagi pengembang, investor, dan masyarakat yang ingin berinvestasi di sektor properti,” ujar Fauzi.
Lebih jauh, Kualanamu Aerocity juga mengambil posisi unik karena berdiri di sekitar salah satu bandara internasional tersibuk di luar Jawa yang memiliki peran penting sebagai pusat penerbangan haji dan umrah di Sumatera. Potensi ini tidak bisa diabaikan.
Pada tahun 2025 saja, tercatat sebanyak 8.328 jemaah berangkat haji dari Bandara Kualanamu, menjadikan kawasan ini sebagai titik lalu lintas keagamaan yang sangat aktif.
Sales & Marketing Director PT FAF Mitra Propertindo Rizki Hafiz, menilai fakta tersebut sebagai potensi pasar yang sangat besar untuk pengembangan hunian dan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan jemaah serta pelaku industri perjalanan ibadah.
“Kita bicara tentang ribuan orang yang keluar masuk setiap musim haji dan umrah. Ini tentu membuka peluang besar bagi properti sewa jangka pendek seperti apartemen transit, hotel, hingga kios untuk mendukung kebutuhan logistik," ujarnya.
Rizki menambahkan bahwa Kualanamu Aerocity tidak hanya akan menjadi tempat tinggal, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Baca juga : RDF Plant Rorotan Berperan Penting Atasi Persoalan Sampah Di Jakarta
Dengan konsep kawasan terpadu, pengembang ingin menciptakan ekosistem hunian modern yang terintegrasi dengan aktivitas komersial, perhotelan, dan konektivitas transportasi.
Sementara itu, Komisaris PT FAF Mitra Propertindo, Fauzan Farhat menyebut potensi pasar juga semakin besar karena Bandara Kualanamu sudah menjadi pintu masuk utama bagi pelaku bisnis dan ekspatriat dari negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Vietnam.
“Apartemen yang kami bangun tidak hanya menyasar end user, tapi juga investor yang ingin menyewakan unitnya. Potensi return dari sewa sangat tinggi, apalagi dipadukan dengan proyeksi capital gain sebesar 15–20 pereen per tahun,” ujar Fauzan.
Ia menambahkan, dalam jangka panjang, proyek ini diharapkan menjadi katalis bagi pembangunan kawasan sekitar, menciptakan lapangan kerja baru, serta menarik lebih banyak arus investasi ke Sumatera Utara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya