Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Pagi-pagi sekali, tepatnya pada Jumat (3/1/2025) pukul 06.14, penyidik Kantor Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi (CIO) meninggalkan gedung kompleks pemerintahan di Gwacheon, sebelah selatan Seoul, untuk melaksanakan surat perintah penahanan terhadap Yoon Suk-yeol.
Surat perintah penahanan yang diterbitkan pada Selasa (31/12/2024), berlaku hingga Senin (6/1/2025).
Baca juga : Yoon Suk Yeol Berjuang Lawan Penangkapannya
Yoon adalah presiden yang dimakzulkan atas tuduhan mendalangi darurat militer pada Desember 2024.
Dia tercatat sebagai Presiden Korsel pertama yang sedang menjabat, yang menghadapi penangkapan.
Baca juga : Surat Perintah Penangkapan Keluar, Presiden Yoon Sek Yeol Menantang
Penyidik CIO sebetulnya hendak melaksanakan surat perintah tersebut pada Kamis (2/1/2025). Namun mereka mengurungkannya, karena ribuan pendukung Yoon berunjuk rasa di luar kediaman sang mantan presiden, untuk menghentikan penangkapannya.
CIO melaksanakan surat perintah tersebut setelah Yoon mengabaikan panggilan interogasi untuk ketiga kalinya.
Baca juga : Yoon Suk Yeol Bisa Ditangkap
Interogasi ini merupakan bagian dari penyelidikan bersama dengan polisi dan unit investigasi kementerian pertahanan, atas penerapan darurat militer.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya