Dark/Light Mode

Tambangnya Di Raja Ampat Disorot, Ini Tanggapan PT Gag Nikel

Senin, 9 Juni 2025 21:20 WIB
Alat berat pertambangan nikel terparkir sejak PT GAG Nikel menghentikan kegiatan operasionalnya untuk sementara di Pulau Gag, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, Sabtu (7/6/2025). (ANTARA/Putu Indah Savitri)
Alat berat pertambangan nikel terparkir sejak PT GAG Nikel menghentikan kegiatan operasionalnya untuk sementara di Pulau Gag, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, Sabtu (7/6/2025). (ANTARA/Putu Indah Savitri)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Gag Nikel menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam upaya mewujudkan praktik pertambangan yang berkelanjutan di Indonesia.

Perusahaan menilai kehadiran sejumlah pejabat tinggi negara di wilayah operasionalnya merupakan bentuk nyata komitmen negara dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Pelaksana Tugas Presiden Direktur PT Gag Nikel, Arya Arditya, mengatakan kunjungan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, serta Bupati Raja Ampat Orideko Burdam ke area konsesi menunjukkan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha.

“Kami mengapresiasi dan berterima kasih atas perhatian dan dukungan langsung dari para menteri dan kepala daerah, yang tidak hanya datang melihat operasional kami, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ujar Arya dalam keterangannya, Senin (9/6/2025).

Baca juga : Jempoli Bahlil, Mekeng: Sangat Bertanggung Jawab

Arya menegaskan bahwa PT Gag Nikel senantiasa mengedepankan prinsip Good Mining Practices dalam setiap tahapan kegiatan tambang. Sebagai bagian dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perusahaan menyatakan komitmennya untuk terus kooperatif terhadap setiap regulasi dan arahan pemerintah.

“Kami siap mendukung langkah-langkah Menteri Lingkungan Hidup dalam pendalaman program pemulihan lingkungan yang telah kami jalankan,” katanya.

PT Gag Nikel juga menepis tudingan bahwa kegiatan tambangnya merusak kawasan Raja Ampat. Arya menekankan bahwa area tambang sama sekali tidak berada dalam zona resmi Geopark Raja Ampat, yang meliputi pulau-pulau utama seperti Waigeo, Batanta, Salawati, dan Misool.

“Pulau Gag secara geografis berada di luar kawasan Geopark. Kami menyayangkan beredarnya informasi yang tidak akurat mengenai hal ini,” tegas Arya.

Baca juga : Mendagri Bolehkan Pemda Rapat Di Hotel, Ini Kata Pemprov Gorontalo

Dalam hal pengelolaan lingkungan, PT Gag Nikel disebut telah menerapkan berbagai prosedur teknis pengolahan limbah, termasuk sistem drainase, kolam endapan, dan pemantauan kualitas air. Air limbah diolah melalui lima kompartemen sedimentasi sebelum dilepaskan ke badan air, dengan parameter kualitas seperti pH, TSS, dan kandungan logam berat yang dijaga di bawah batas baku mutu.

Selain itu, perusahaan juga telah memperoleh persetujuan teknis Baku Mutu Air Limbah (BMAL), dan aktif melakukan rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) serta konservasi terumbu karang di sekitar area operasi.

Sejak memperoleh izin operasi produksi pada 2017 dan mulai beroperasi pada 2018, PT Gag Nikel telah melaksanakan sejumlah program keberlanjutan, antara lain reklamasi lahan bekas tambang seluas 131,42 hektare, rehabilitasi DAS seluas 666,6 hektare, serta transplantasi terumbu karang seluas 1.000 meter persegi.

Pemantauan kualitas lingkungan juga dilakukan secara rutin. Data tahun 2024 menunjukkan bahwa kualitas udara, air, dan tingkat kebisingan masih berada jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan.

Baca juga : Soal Tambang Nikel Di Pulau Gag Raja Ampat, Bahlil: Overall Tak Ada Masalah

“Operasi PT Gag Nikel di Raja Ampat menjadi bukti bahwa kegiatan pertambangan dan konservasi dapat berjalan beriringan dengan prinsip tanggung jawab,” kata Arya.

Melalui langkah-langkah tersebut, PT Gag Nikel menyatakan komitmennya untuk terus menjadi bagian dari pembangunan nasional yang berkelanjutan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.