Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Bamsoet Dorong Peningkatan Industri Modifikasi Kendaraan di Indonesia
Selasa, 10 Juni 2025 18:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo (Bamsoet) menuturkan, industri modifikasi di Indonesia terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Modifikasi kendaraan telah menjadi salah satu roda penggerak utama dalam industri otomotif.
Bamsoet menyatakan, dengan antusiasme yang tinggi dari para peserta kontes modifikasi, baik di tingkat lokal maupun nasional, menunjukkan bahwa modifikasi bukan hanya sekadar hobi, tetapi juga menjadi bagian dari jati diri bangsa yang kaya akan kreativitas dan inovasi. Industri modifikasi kendaraan kini menjadi salah satu elemen penting dalam penggerak industri otomotif di Indonesia.
"Melalui dukungan yang kuat dari berbagai pihak, potensi besar yang dimiliki oleh industri modifikasi kendaraan akan terus tumbuh, memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional," ujar Bamsoet, saat menerima Panitia Kontes Modifikasi Sepeda Motor 'Panca Fest 2025', di Jakarta, Selasa (10/5/2025).
Baca juga : LOTTE Mart Korea Komit Promosikan Bisnis Berkelanjutan di Indonesia
Panitia Kontes Modifikasi Sepeda Motor 'Panca Fest 2025' yang hadir antara lain Irwan Cipto, Akmal Rahman dan Sonny Yulisman. Hadir pula Media dan Komunikasi IMI Pusat Dwi Nugroho Marsudianto.
Bamsoet memaparkan, berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan sepeda motor di Indonesia mencapai lebih dari 6 juta unit pada 2024. Dari angka tersebut, sebagian besar konsumen menyatakan ketertarikan untuk memodifikasi kendaraan mereka, baik dari segi performa maupun estetika.
Kemudian, survei internal Indonesian Custom Show (ICS) 2023 mencatat, sekitar 38 persen pemilik motor di Indonesia pernah atau berencana memodifikasi kendaraannya dalam satu tahun ke depan. Hal ini menunjukkan potensi pasar yang sangat besar bagi industri modifikasi.
Baca juga : Kurangi Impor, Pemerintah Genjot Industri Kimia Khusus
Kegiatan kontes modifikasi yang digelar di berbagai daerah senantiasa memikat perhatian banyak orang. Hal ini menunjukkan kecintaan mereka terhadap dunia otomotif dan kreativitas yang tampak di setiap kendaraan yang dimodifikasi. "Kontes modifikasi dapat menjadi wadah bagi para modifikator untuk menunjukkan kemampuan dan inovasi mereka," kata Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia ini menjelaskan, pentingnya industri modifikasi tidak hanya terlihat dari dampak ekonominya, tetapi juga dari segi inovasi. Dalam era teknologi yang terus berkembang, modifikasi kendaraan menjadi ruang eksperimen bagi inovasi baru.
Misalnya, penggunaan material ramah lingkungan atau penerapan teknologi hemat energi dalam modifikasi kendaraan. Hal ini tidak hanya menguntungkan modifikator, tetapi juga memberi dampak positif bagi praktik berkelanjutan dalam industri otomotif.
Baca juga : Kemenperin Perkuat Industri Alat Kesehatan Nasional
Untuk mendorong pertumbuhan industri modifikasi, diperlukan sinergi antara berbagai pihak. Pemerintah, pelaku industri, dan komunitas modifikasi harus bekerja sama dalam menyusun regulasi yang mendukung serta memberikan fasilitas yang memadai untuk pengembangan usaha.
"Program pelatihan dan sertifikasi bagi modifikator juga penting untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme, sehingga kualitas produk modifikasi dapat lebih diakui dan diterima di pasar otomotif," pungkas Bamsoet.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya