Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bertemu Wakil PM Tajikistan, Wamenlu Tata Dorong Penguatan Kerja Sama Ekonomi
Rabu, 4 Juni 2025 19:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia dan Tajikistan sepakat mempererat hubungan bilateral, serta mendorong kerja sama dua negara di sektor ekonomi dan people-to-people contact, Jumat (30/5/2025).
Hal ini ditegaskan dalam pertemuan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha Christiawan Nasir dengan Deputi Pertama Perdana Menteri (PM) Tajikistan, YM Hokim Kholiqzoda bertempat di Kompleks Kantor Administrasi Kepresidenan Tajikistan di Dushanbe (29/5). Pertemuan tersebut juga dihadiri Menteri Industri dan Teknologi Baru, YM Sherali Kabir.
Pemerintah Indonesia dan Tajikistan sepakat bahwa momentum 31 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Tajikistan perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kerja sama bilateral, khususnya kerja sama konkret di berbagai bidang.
Kedua belah pihak juga sepakat untuk mendorong saling kunjung pejabat tinggi, dan menjajaki pembentukan mekanisme konsultasi bilateral.
Pertemuan juga secara khusus membahas potensi peningkatan kerja sama di sektor perdagangan, investasi, industri, dan energi.
Dalam kesempatan tersebut, Deputi PM Kholiqzoda menyampaikan keinginan Tajikistan untuk berinvestasi di Indonesia, khususnya dalam sektor industri hilirisasi.
Baca juga : Survei IPO: Zulkifli Hasan Menko dengan Kinerja Terbaik
Tajikistan merupakan negara yang kaya sumber daya alam, termasuk bauksit, dan katun sebagai komoditas ekspor utama. Selain itu, dibahas pula peluang kerja sama di bidang hidro-energi serta pengolahan minyak sawit.
Untuk meningkatkan interaksi antar kalangan bisnis, Wamenlu Tata menyampaikan undangan kepada Tajikistan untuk berpartisipasi dalam Halal Indo Expo pada 25-28 September 2025 dan Trade Expo Indonesia pada 15-19 Oktober 2025.
Deputi Pertama PM Tajikistan menyambut baik undangan tersebut, dan akan mendorong partisipasi tingkat tinggi.
Pihak Tajikistan juga mengharapkan Pemerintah RI dapat meningkatkan jumlah beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa Tajikistan untuk dapat menempuh pendidikan di Indonesia.
Pada 30 Mei 2025, Wamenlu Tata juga melaksanakan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Tajikistan Sirojiddin Muhriddin, serta Kepala Badan Investasi dan Pengelolaan Aset Negara Sulton Rahimzoda.
Pertemuan membahas secara rinci berbagai kerja sama konkret yang akan dijajaki kedua negara, termasuk dalam bidang politik, sosial-budaya, serta penguatan perdagangan dan investasi di kedua negara.
Baca juga : Ferry Juliantono: Kopdes Merah Putih Akan Jadi Motor Penggerak Ekonomi di Bitung
Wamenlu Tata berada di Dushanbe, Tajikistan dalam rangka memimpin Delegasi Indonesia pada pertemuan the High-Level International Conference on Glaciers' Preservation 2025 yang diselenggarakan pada tanggal 29-31 Mei 2025.
Kemajuan Hubungan Diplomatik
Terpisah, siaran pers Duta Besar (Dubes) RI untuk Republik Kazakhstan dan Tajikistan yang diterima redaksi pada Rabu (4/6/2025) menyebutkan, PM Qohir Rasulzoda dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Sirojiddin Muhriddin mengapresiasi kemajuan hubungan diplomatik Indonesia dan Tajikistan, yang telah terjalin selama 31 tahun.
Menlu Muhriddin disebut menyampaikan terima kasih untuk perayaan resepsi diplomatik Indonesia, yang pertama kali diadakan di Dushanbe oleh KBRI Astana pada tanggal 1 November 2024, dengan tema Wonderful Indonesia.
Acara tersebut dihadiri oleh seluruh kedutaan asing, organisasi internasional dan pemerintah Tajikistan.
Pada kesempatan yang sama, Menlu Muhriddin juga mengapresiasi kerja sama pendidikan dengan Indonesia. Hingga kini, sekitar 300 mahasiswa Tajikistan sudah mendapatkan beasiswa ke Indonesia.
Rencana Kedatangan Menlu Sugiono
Dalam pertemuan di Dushanbe, Dubes Fadjroel menginformasikan kepada PM dan Menlu Tajikistan terkait rencana kedatangan Menlu RI Sugiono ke Kazakhstan dan Tajikistan pada tahun ini.
Baca juga : Prabowo Terima Delegasi PM Inggris di Hambalang, Perluas Kerja Sama Pendidikan
Kunjungan tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan hubungan diplomatik di bidang politik, ekonomi, investasi, pendidikan, budaya, dan perdagangan. Dengan mengembangkan pasar baru untuk komoditas Indonesia di pasar nontradisional seperti Asia Tengah, Eurasia, Kaukasia.
Dalam pertemuan Dubes Fadjroel dan Menlu Sugiono beberapa waktu lalu di Jakarta dan Abu Dhabi, rencana kunjungan ke Kazakhstan dan Tajikistan menjadi prioritas peningkatan hubungan diplomatik Indonesia dengan Asia Tengah. Terutama, setelah Indonesia menjadi anggota BRICS dan finalisasi penandatanganan Free Trade Agreement Indonesia - Eurasian Economic Union.
Diplomasi Pencak Silat
Dubes Fadjroel menekankan pentingnya menggarisbawahi diplomasi budaya Pencak Silat melalui Federasi Pencak Silat Tajikistan, yang telah berkembang sangat pesat.
Asosiasi Pencak Silat Kazakhstan menunjukkan juga prestasi yang membanggakan. Dengan meraih 13 medali emas dalam Kejuaraan Asia di Bukhara, dan 10 medali emas dalam Kejuaraan Dunia di Abu Dhabi.
"Untuk kategori yunior, Kazakhstan berada di posisi ketiga setelah Indonesia dan Singapura," papar Dubes Fadjroel.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya